Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 20 Agustus 2018

Nilai Tukar Petani Di Jabar Naik 0,58%

Ilham Budhiman Senin, 02/10/2017 13:57 WIB
Nilai Tukar Petani di Jabar Naik 0,58%
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat nilai tukar petani (NTP) Jawa Barat pada September 2017 mencapai 105,98 atau naik sebesar 0,58% dibanding Agustus lalu.

"Kenaikan itu disebabkan indeks harga yang diterima petani naik 0,57%. Sementara indeks harga yang dibayar petani tidak mengalami kenaikan atau tetap," kata Kepala BPS Jabar Dody Herlando, di Gedung BPS Jabar, Senin (2/10).

Dody Herlando mengatakan, hanya satu dari lima NTP subsektor meningkat, yakni tanaman pangan. Sementara subsektor lain seperti tanaman perkebunan rakyat, hortikultura, peternakan serta perikanan mengalami penurunan.

Kenaikan NTP pada September, menurut data BPS, tidak lepas dari kenaikan rata-rata harga gabah kering panen (GKP) maupun harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani.

"Selama September, di tingkat petani, rata-rata harga GKP di Jawa Barat Rp 4.806 per kilogram dan rata-rata harga GKG Rp 5.616 per kilogram. Itu keduanya naik dari bulan lalu," kata Dody Herlando.

Berdasarkan catatan BPS, rata-rata harga GKP di tingkat petani selama September naik 1,16% dibanding harga gabah kualitas yang sama pada bulan lalu. Sementara itu, rata-rata harga GKG di tingkat petani selama Agustus naik 4,25% dibanding harga gabah kualitas yang sama pada Agustus lalu.

Menurut data BPS, untuk rata-rata harga GKP di tingkat penggilingan mencapai Rp 9.777 per kilogram atau naik 1,86% dibanding Agustus lalu.

Berdasarkan patahan (broken) beras, untuk harga beras premium mencapai Rp 10.066 per kilogram atau turun 0,75%, beras medium mencapai Rp9.524 per kilogram atau naik 2,98%, dan beras kualitas rendah mencapai Rp 9.620 per kilogram atau naik 5,72%.

"Nah, ini terjadi perubahan. Beras premiumnya turun sedangkan beras mediumnya naik. Bisa saja ini efek dari HET yang ditetapkan pemerintah sehingga terjadi efek domino," pungkas Dody Herlando.