Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 14 Desember 2017

Pemkot Bandung Gandeng Unpad Untuk Menentukan Setiap Kebijakan

Ilham Budhiman Selasa, 26/09/2017 14:02 WIB
Pemkot Bandung Gandeng Unpad untuk Menentukan Setiap Kebijakan
istimewa

Bisnis.com, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memberikan masukan dan rekomendasi terhadap kebijakan kota dalam bidang ekonomi.

Ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Nury Effendi, Pemkot Bandung dan Unpad memulai kerja sama pendampingan dalam pembangunan ekonomi dan bisnis di Kota Bandung.

Yossi mengatakan, kolaborasi ini memulai babak baru proses optimalisasi kebijakan pemerintah kota. Pihaknya merasa perlu lebih serius menangani persoalan ekonomi untuk merespon bonus demografi tahun 2030.

Menurutnya, perlu mempersiapkan generasi yang lebih kompetitif agar bonus demografi tersebut bisa menjadi kekuatan di masa depan. Juga melakukan serangkaian program pemantapan ekonomi.

"Agar pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang tinggi ini bisa terus memberi kesejahteraan kepada masyarakat," kata Yossi usai penandatanganan kerja sama di Ballroom Savoy Homann Bidakara Hotel, Selasa (26/9).

Ke depannya, Unpad juga akan memberikan masukan dan kajian terhadap ekonomi makro dan mikro di Kota Bandung. Selama ini, Kota Bandung banyak mengupayakan berbagai kebijakan ekonomi yang berpihak pada keseimbangan, baik kepada usaha mikro kecil menengah maupun investasi skala besar.

"Tapi tidak mungkin pertumbuhan ekonomi hadir tanpa investasi. Makanya investasi triliunan juga kita kejar," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di tempat yang sama.

Dia berharap, Unpad bisa memberikan pertimbangan soal kebijakan penggunaan anggaran. Pemkot Bandung telah memiliki instrumen e-budgeting yang mampu mengatur proses penganggaran agar efisien.

Namun, menurut pria yang kerap disapa Emil ini, perlu kajian lebih lanjut agar dana yang dibelanjakan tidak salah sasaran sehingga akan berdampak besar pada pembangunan.

"Diharapkan Unpad memberi masukan agar semua uang anggaran yang kita belanjakan ke publik mempunyai output dan outcome yang bermanfaat, karena dulu diduga uang habis tapi tidak ada manfaatnya," ujarnya.

Pada prinsipnya, Emil ingin agar pembangunan infrastruktur ekonomi Bandung menjadi lebih terarah. Sebab, pembangunan tersebut tidak boleh sampai jalan di tempat. "Kunci Bandung mah seimbang. Pembangunan itu tidak bisa dihentikan, hanya bisa dikendalikan," kata dia.

Sebelumnya, Unpad telah beberapa kali memberikan konsultansi kepada Pemkot Bandung. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah peluncuran Kartu Bandung Juara. Kartu tersebut memberikan bantuan kepada siswa untuk membeli keperluan sekolah seperti tas, buku, dan alat tulis.

Bantuan tersebut menurut kajian Unpad, bisa meringankan beban ekonomi keluarga. "Jika kartu ini diberikan, orang tuanya bisa mempergunakan uang yang tadinya untuk dipakai beli peralatan, menjadi untuk meningkatkan tabungan untuk kualitas ekonominya." kata Emil.

Apps Bisnis.com available on: