Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 20 Oktober 2017

Ini Alasan Pemprov Kembali Gelar Ciletuh Geopark Festival

Wisnu Wage Selasa, 26/09/2017 10:34 WIB
Ini Alasan Pemprov Kembali Gelar Ciletuh Geopark Festival
Pantai Ciletuh (bisnis/jabar)

bisnis.com,BANDUNG--Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar kembali menggelar CIletuh Geopark Festival   pada tahun ini.
 
Kadisparbud Jabar Ida Hernida mengatakan CGF sengaja digelar sebagai momentum untuk meningkatkan apresiasi dan pelestarian seni dan budaya Ciletuh-Palabuhanratu guna mendukung penetapan kawasan tersebut sebagai geopark dunia. 
 
"Event ini untuk mengenalkan potensi pariwisata seni dan budaya Ciletuh-Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi," katanya, Senin (25/9/2017)
 
CGF adalah salah satu upaya Pemprov Jawa Barat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan daerah tujuan wisata Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. "Adapun tujuannya adalah meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni-budaya di Palangpang juga meningkatkan potensi budaya di kawasan Geopark Ciletuh, serta memberikan wadah promosi seni-budaya di kawasan Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini," ungkap Ida dalam sambutannya pada pembukaan CGF 2017 kedua di Pantai Palangpang.
 
CGF di Pantai Palangpang ini dibuka dengan pelepasan tali Kolecer atau kincir khas Palangpang. Ida mengatakan bahwa Kolecer dan Pencak Silat tengah diajukan oleh Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda kepada Unesco. Untuk itu, pihaknya tidak ingin kekayaan budaya tersebut diakui oleh pihak atau negara lain.
 
CGF menampilkan berbagai kegiatan, seperti pameran produk kerajinan dan kuliner khas masyarakat Ciletuh dan Palabuhanratu. Selain itu, ada penampilan seni yang melibatkan 200 seniman seniwati, helaran budaya, Seni Cepet, Rengkak Panyadap, Jipeng, Gondang, Tutunggulan, Suligar, Pencak Silat, Wayang Golek, dan lainnya.
 
Khusus untuk CGF di Pantai Palangpang ini diikuti oleh sanggar seni yang ada di dua kecamatan di Geopark Ciletuh, yaitu Kecamatan Ciemas dan Kecamatan Waluran. Masing-masing kecamatan mengikutsertakan lima jenis budaya dari 7 (tujuh) desa, diantaranya: Desa Caringin Nunggal, Desa Tamanjaya, Desa Cibenda, Desa Gilimukti, Desa Ciwaru, Desa Mandajaya, dan Desa Wangunjaya.

Apps Bisnis.com available on: