Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 17 Oktober 2017

Cimahi Klaim Aman Dari Obat PCC

Hedi Ardia Minggu, 17/09/2017 15:20 WIB
Cimahi Klaim Aman Dari Obat PCC
Ilustrasi
Reuters

Bisnis.com, CIMAHI - Dinas Kesehatan Kota Cimahi memastikan hingga saat ini belum ada korban dari peredaran tablet PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol) yang tergolong obat keras tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya korban dari penyalahgunaan obat tersebut, pihaknya akan memperketat pengawasan di setiap apotek dan toko obat di Kota Cimahi.

"Kalau kita selalu mengawasi semua apotek dan toko obat secara berkala," kata Fitriani kepada wartawan saat dihubungi, Minggu (17/9/2017).

Dijelaskannya, diantara ketiga kandungan yang berbahaya ialah carisoprodol. Carisoprodol biasanya digunakan oleh para Wanita Tuna Susila (WTS), untuk menambah daya rangsang saat berhubungan intim.

Carisoprodol yang efek farmakologisnya sebagai relaksasi otot hanya berlangsung singkat untuk meningkatkan stamina. Zat ini di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi metabolit berupa senyawa Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).

"Efeknya itu kalau dicampur alkohol sangat berbahaya sekali. Pokoknya, refleknya over aktif, makanya sampai ada yang meninggal," ucapnya.

Sejauh ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah meneliti kandungan obat bertuliskan PCC yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara yang telah menewaskan dua orang dan 57 orang lainnya terpaksa harus dirawat.

Setelah dilakukan uji laboratorium, BPOM menemukan bahwa tablet PCC mengandung carisoprodol. Padahal, seluruh obat yang mengandung Xarisoprodol dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013.

Apps Bisnis.com available on: