Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 17 Oktober 2017

Rawan Cedera, Atlet Diminta Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Hedi Ardia Minggu, 17/09/2017 16:15 WIB
Rawan Cedera, Atlet Diminta Ikut BPJS Ketenagakerjaan
ilustrasi
bpjsketenagakerjaan.go.id

Bisnis.com, SOREANG - Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendy mengimbau para atlet untuk segera menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, profesi yang dijalani para atlet rawan membuatnya mengalami cedera.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, para atlet atau pekerja di sektor informal tak perlu khawatir lagi dengan keterjaminan keselamatannya. Pasalnya, BPJSTK bisa meng-cover kebutuhan atlet, bilamana terjadi cederam.

"Semua warga negara termasuk atlet, seniman atau pekerja di bidang informal yang memiliki penghasilan dari karyanya bisa dilindungi," kata Dede, kepada wartawan, Minggu (17/9/2017).

Menurutnya, cedera merupakan momok menakutkan bagi para atlet termasuk dirinya yang pernah mengalami hal serupa. Lebih sial lagi, disaat cedera yang bersangkutan tidak dilindungi asuransi. Akibatnya, atlet hanya mengandalkan pengobatan seadanya, lewat massieur (juru pijat).

Mereka yang bisa mengikuti jaminan sosial tersebut, tak hanya atlet, tapi para pekerja bukan penerima upah seperti sopir angkot, pedagang kaki lima bisa mengikuti program BPJSTK ini sebagai jaminan keselamatan maupun hari tua nanti.

"Berbeda dengan BPJS Kesehatan, klaim BPJSTK hanya berlaku bilamana terjadi kecelakaan saat bekerja,. Fasilitas kesehatannya pun tidak melalui rujukan berjenjang, namun bisa langsung dibawa ke rumah sakit pusat," ucapnya.

Kakarcab BPJSTK Bandung-Soekarno Hatta, Aang Supono mengatakan, jumlah pekerja bukan penerima upah di Kab Bandung sangatlah banyak, tapi saat ini yang baru terdaftar baru 10.000 orang.

"Jumlah tersebut masih sangat kecil, kami berharap ada dukungan maksimal dari pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Tenaga Kerja untuk menggenjot kepesertaan aktif di Kabupaten Bandung," kata Aang.


Apps Bisnis.com available on: