Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 18 Oktober 2017

Dishub Akui Pembangunan Halte TMB Agak Sulit

Ilham Budhiman Rabu, 13/09/2017 18:10 WIB
Dishub Akui Pembangunan Halte TMB Agak Sulit
Trans Metro Bandung
Dishub

Bisnis.com, BANDUNG -- Kepala UPTD TMB Dishub Kota Bandung, Yudiana mengatakan, pihaknya mengakui agak kesulitan dalam pembangunan halte Trans Metro Bandung (TMB) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung terutama koridor-koridor yang dilewati TMB.

"Pembangunan halte TMB memang agak ada kesulitan juga. Artinya, kita melihat lokasi yang belum memadai dan memungkinkan," kata Yudiana saat dihubungi, Selasa (12/9) kemarin.

Menurut data dari Dishub Kota Bandung, sejauh ini jumlah halte TMB berjumlah 55. Dia juga mengakui bahwa kondisi beberapa halte ada yang tidak terurus bahkan menjadi tempat penyimpanan barang atau lahan parkir. Untuk persoalan itu, pihaknya perlu melakukan pembenahan.

"Iya kita ke depan akan mencoba lihat shelter-shelter (halte) yang dinilai menganggu bagi penumpang dan ruang shelter-nya. Kita akan lakukan perawatan dan pembersihan," katanya.

Yudiana mengatakan, untuk beberapa koridor TMB yang belum memiliki halte yang mencukupi seperti di Jalan Laswi, pihaknya sudah memasang rambu-rambu sebagai tanda pemberhentian dan pengangkutan penumpang TMB.

"Tapi selama belum ada halte, kita sudah memasang plang atau rambu-rambu khusus untuk TMB. Meskipun memang tidak dilengkapi dengan tempat berteduh seperti halte pada umumnya. Tapi diharapkan itu dapat membantu sebagai alat pemberitahuan bagi penumpang," katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan berupaya untuk membangun shelter-shelter yang selama ini belum terealisasikan. Termasuk dengan koridor-koridor lain yang belum difungsikan. Saat ini, hanya 4 dari 13 koridor yang sudah berjalan.

"kita lakukan secara bertahap agar semua berjalan dengan baik. Termasuk sisa koridor yang belum berjalan bisa beroperasi," ujarnya.

Koridor 4 mulai dioperasikan

Sejak 11 September lalu, koridor 4 TMB sudah mulai dioperasikan. Trayek koridor 4 ini mulai melayani dari terminal Antapani hingga terminal Leuwipanjang.

Jam operasional TMB koridor 4 tersebut hanya satu rit dari pagi, siang dan sore hari dengan tarif Rp3.000. Jumlah TMB pun hanya dua unit saja. "Sementara satu rit dulu karena ingin melihat respons masyarakat. Sekaligus sosialisasi juga," katanya.

Dia menyebut, penambahan armada dan jumlah rit akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan sambil melakukan evaluasi berjalan. "Rencana kita akan operasikan 10 TMB, jumlah rit juga akan ditambah 4 kali pulang pergi," ujarnya.

Yudiana mengatakan, meski sempat adanya gesekan dari beberapa angkutan umum yang menolak TMB koridor empat ini, dia memaklumi hal tersebut dan berharap program konversi dari Dishub akan diikuti oleh pengusaha angkutan umum.

Apps Bisnis.com available on: