Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 22 September 2017

Dana Haji Dimungkinkan Untuk Pengembangan Perbankan Syariah

Kahfi Rabu, 13/09/2017 17:07 WIB
Dana Haji Dimungkinkan untuk Pengembangan Perbankan Syariah
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG- Bank Indonesia Regional Jawa Barat menganggap minimnya intermediasi bank syariah terhadap kredit modal kerja dan investasi karena minim sumber dana murah.

Kepala Perwakilan BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat menyimpulkan peran perbankan syariah terhadap perekonomian masih bisa didongkrak. Asalkan, lanjutnya, kendala utama berupa sumber dana murah bagi perbankan syariah mendapat solusi.

“Kami telah berdiskusi dengan Asbisindo , mengenai kendala dan membahas jalan keluar yang dimungkinkan,” kata Wiwiek, Rabu (13/9/2017).

Sejauh ini, perbankan syariah lebih banyak mengandalkan sumber dana dari level kedua dengan bunga simpanan yang relatif tinggi. “Mereka belum bisa mendapatkan sumber dana lebih murah, karena itu kredit pun disalurkan lebih banyak ke sektor konsumsi yang mempunyai bunga juga lebih tinggi,” kata Wiwiek.

Persoalan lainnya adalah debitur kakap yang kurang melirik kehadiran perbankan syariah. “Keterangan dari asosiasi, banyak calon debitur yang kurang feasible, sedangkan yang besar dan kuat lebih banyak memilih ke konvensional,” jelas Wiwiek.

Karena itu, Wiwiek menuturkan seharusnya pemerintah dapat merancang program terkait alokasi khusus bagi perbankan syariah, seperti dana haji. “Bisa saja 10% dari total dana haji dialokasikan ke perbankan syariah, agar mereka dapat sumber dana murah sehingga mampu memperluas kredit investasi dan modal kerja,” ungkapnya.

Usulan inipun tengah dibahas BI beserta pemerintah. “Kalau tidak dirancang sumber dana murah, perbankan syariah kontribusinya tidak akan meningkat, hanya sebesar saat ini saja,” ungkapnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Bank Permata Syariah Achmad K Permana mengungkapkan pencarian sumber dana murah merupakan pekerjaan rumah yang mendesak dibenahi. Untuk itu, lanjutnya, para pelaku perbankan syariah harus mencari terobosan.

“Salah satu yang paling konkret adalah menggarap nasabah calon haji itu,” katanya.

Sejauh ini, Bank Permata Syariah gencar menarget calon jamaah haji sebagai nasabah. Untuk wilayah Jabar, Bank Permata Syariah berhasil mengakuisisi 1.500 nasabah haji tiap bulan.

“Dengan adanya dana dari calon haji yang disimpan bisa sampai 10 tahun, maka CASA kami pun menguat hingga 72%,” katanya.

Apps Bisnis.com available on: