Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 17 Oktober 2017

Jabar Tuan Rumah Festival Syariah Regional Jawa 2017

Kahfi Rabu, 13/09/2017 16:45 WIB
Jabar Tuan Rumah Festival Syariah Regional Jawa 2017
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat (kedua kanan) didampingi Kepala Grup Ismet Inono (kanan) meninjau pameran produk dan layanan syariah pada Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2017 di Bale Asri Pusat Dakwah Islam, Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/11).
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG- Jawa Barat ikut meramaikan festival syariah sebagai rangkaian dari penyelenggaraan Indonesia Shari’a Economic Forum (ISEF) yang dilakukan Bank Indonesia.

Bertindak sebagai tuan rumah BI Regional Jawa Barat (Jabar) membesut festival syariah (Fesyar) bertemakan “Mewujudkan Jawa sebagai Poros Pemberdayaan Ekonomi Syariah Nasional”. Lewat Fesyar, BI mengharapkan agar masyarakat dapat lebih akrab dengan layanan keuangan berbasis syariah tersebut.

Kepala Perwakilan BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat menyampaikan kegiatan tersebut merupakan komitmen BI agar perekonomian syariah dapat berkembang pesat. Pasalnya, hingga saat ini, meski potensial, perbankan umum syariah masih terkesan jalan di tempat.

“Potensinya besar sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun masih harus dimasyarakatkan,” kata Wiwiek, Rabu (13/9/2017).

Hingga saat ini, geliat perbankan syariah di wilayah Jawa Barat (Jabar) cukup tumbuh signifikan. Potensi pertumbuhan ke depan masih besar, seiring populasi mencapai 46,5 juta orang, dengan komposisi 98% merupakan muslim.

Terlebih, data Bank Indonesia menyebutkan pertumbuhan aset perbankan syariah di Jabar terbilang tinggi, 15,8% pada semester I/2017. Sedangkan aset perbankan syariah secara nasional hanya sebesar 10%.

Begitupun pertumbuhan DPK (Dana Pihak Ketiga) perbankan syariah di Jabar tumbuh 14,2% pada kuartal kedua tahun ini. Pertumbuhan DPK perbankan syariah nasional hanya sebesar 11,7%.

Dari sisi penyaluran kredit, perbankan syariah di Jabar menorehkan pertumbuhan 10,6% pada kuartal kedua tahun ini. “Dari indikator tersebut, perkembangan perbankan syariah di Jabar cukup baik,” ujar Wiwiek.

Walau demikian, perbankan syariah masih mempunyai persoalan mendasar terkait penyaluran kredit. Berdasarkan data BI, distribusi kredit perbankan syariah di Jabar masih banyak dikucurkan pada sektor konsumsi sebesar 49%, sedangkan sektor investasi 21% dan sektor kredit modal kerja 31%.

Wiwiek mengungkapkan peran intermediasi perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi masih lamban. “Dengan banyak mengandalkan kredit konsumsi, efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi dari perbankan syariah masih terbilang minim,” katanya.

Apps Bisnis.com available on: