Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 22 September 2017

Pengembang Di Karawang-Bekasi Diingatkan Soal Pasokan Air

Wisnu Wage Selasa, 12/09/2017 10:08 WIB
Pengembang di Karawang-Bekasi Diingatkan Soal Pasokan Air
Ilustrasi
Antara

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta para pengembang hunian dan kawasan industri di metropolitan Karawang-Bekasi memperhatikan menurunnya pasokan dan ketersediaan air di kawasan tersebut.

Asisten Daerah II Setda Jabar Bidang Ekonomi dan Pembangunan Eddy M Nasution mengatakan para pengembang baru di dua kawasan tersebut harus mempertimbangkan pasokan air jika ingin membangun hunian atau kawasan industri dengan luasan cukup besar.

“Pasokan air permukaan dan tanah di Karawang-Bekasi sudah bermasalah, harus hati-hati,” katanya pada Bisnis, Senin (11/9/2017).

Menurutnya saat ini satu-satunya pasokan untuk air permukaan kawasan Karawang-Bekasi datang dari Waduk Jatiluhur. Ke depan beban Jatiluhur makin berat mengingat SPAM Jatiluhur akan mengalirkan debit cukup tinggi ke DKI Jakarta. “Saat ini tidak ada lagi pasokan selain Jatiluhur, Waduk Cibeet kan belum juga dibangun,” tuturnya.

Eddy mengaku saat ini setiap permohonan rekomendasi pembangunan dari kawasan tersebut oleh Provinsi selalu ditekankan darimana asal pasokan airnya. 

Misalnya satu kawasan seluas 100 hektare akan dibangun pemukiman dan pusat komersil, harus sudah bisa menghitung kebutuhan air juga asal pasokan. “Ini harus dipastikan oleh pengembang, jangan sampai nanti jatah DKI diambil,” ujarnya.

 

Apps Bisnis.com available on: