Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 22 November 2017

Ternyata, Narsis Gejala Tidak Suka Pada Diri Sendiri

Ihya Ulum Aldin Selasa, 12/09/2017 13:45 WIB
Ternyata, Narsis Gejala Tidak Suka pada Diri Sendiri
Ilustrasi
Mashable

Bisnis.com, BANDUNG - Narsis sering dianggap sebagai tindakan mengagumi diri sendiri secara berlebihan. Namun, sebuah penelitian menyatakan hal yang sebaliknya.

Mereka yang sangat narsis, mengalami penderitaan emosional saat melihat foto dirinya sendiri. Narsis pada tingkat yang sudah tidak sehat, paling sering dilihat sebagai karakteristik negatif dan egosentris. Namun, kenyataannya mungkin sedikit lebih rumit dari itu.

Peneliti dari Universitas Graz di Austria menganggap penelitian mereka dapat membantu para ahli memahami bagaimana narsis bekerja.

"Narsis adalah topik yang semakin menarik bagi sains dan publik, mungkin karena perubahan budaya dalam beberapa dekade terakhir, mendukung perilaku narsisistik," ujar salah satu peneliti, Emanuel Jauk, seperti dilansir oleh Science Alert

Para peneliti melakukan survei kepada sekitar 600 orang untuk menemukan orang-orang dengan tingkat narsis rendah hingga tinggi.

Untuk mengetahuinya, para peneliti meminta responden menanggapi sejumlah pertanyaan pada Tes Kepribadian Narsistik. Di dalamnya, terdapat pernyataan seperti, “Saya pikir saya orang yang istimewa" dan "Saya tidak lebih baik atau lebih buruk daripada kebanyakan orang".

Hasilnya, tersaring 43 orang yang narsis. 21 orang di antaranya termasuk dalam kategori narsis tingkat tinggi dan sisanya berada dalam taraf narsis rendah.

Para responden itu kemudian diminta mengamati foto mereka sendiri, teman-teman dekat mereka, dan orang asing, selagi para peneliti memindai aktivitas otak yang sedang terjadi dengan Pencitraan Resonansi Magnetik Fungsional (fMRI).

Hasilnya adalah terjadi peningkatan aktivitas otak di sisi atas dan bawah anterior cingulate cortex (ACC) yang terkait dengan pengolahan materi negatif kepada diri sedniri, ketika seorang pria dengan narsis tinggi melihat fotonya sendiri.

Menurut para peneliti, hasil ini menunjukkan bahwa narsisis sebenarnya sedang bergulat dengan penilaian negatif terhadap diri mereka sendiri di tingkat bawah sadar.

"Ini menunjuk ambiguitas atau konflik dalam citra diri orang narsis. Fenomena ini terkenal di antara pada terapis, tapi mungkin kurang begitu untuk umum," ujar Jauk kepada PsyPost dan dilansir oleh Science Alert.

Ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Pertama ukuran sampel yang kecil yaitu 43 orang. Kedua adalah hubungan antara narsis dengan aktivitas otak, tidak ditemukan pada wanita. Perbedaan gejala pada jenis kelamin ini telah dicatat sebelumnya.

Apps Bisnis.com available on: