Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 22 September 2017

Ratusan Perusahaan Terdampak UMK 2017

Hedi Ardia Minggu, 10/09/2017 14:33 WIB
Ratusan Perusahaan Terdampak UMK 2017
Ilustrasi
Antara

Bisnis.com, NGAMPRAH - Ratusan perusahaan di Kab Bandung Barat melakukan pengurangan jumlah karyawan bahkan tak sedikit yang terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Perusahaan tak kuat dengan terus meningkatnya Upah Minimum Kota (UMK).

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur nomor 561/Kep.1191-Bangsos/2016 tanggal 21 November 2016 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2017, UMK Kab Bandung Barat (KBB) sebesar Rp2.468.289 atau naik sekitar 8,25% dari tahun lalu yang asalnya Rp2.280.175.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) KBB, Joni Tjakralaksana mengatakan, penerapan UMK 2017 telah memberikan dampakk besar kepada pengeluaran sejumlah perusahaan. Pengusaha tidak kuat menanggung penyesuaian biaya reguler yang harus dikeluarkan setiap bulannya.

"Jumlahnya diperkirakan seratus pabrik di KBB yang tidak kuat harus menambah pengeluaran biaya akibat kenaikan UMK itu. Akibatnya mereka melakukan pengurangan karyawan," katanya, kepada wartawan, Minggu (10/9/2017).

Untuk menekan pengeluaran, selain dengan mengurangi karyawan, tak sedikit dari mereka yang terpaksa harus menghapuskan jam kerja yang awalnya tiga shift menjadi dua shift. Ekonomi mikro yang ditandai dengan rendahnya daya beli masyarakat berpengaruh terhadap penyerapan produk di pasaran.

Untuk itu dirinya mendesak sebelum membahas yang lainnya seperti Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK), pemda fokus pada pembenahan pelaksanaan UMK 2017 yang mengacu kepada PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan pengangguran di KBB akan semakin banyak akibat perusahaan terus melakukan efesiensi karyawannya.

"Para pengusaha yang saat ini mulai berat untuk menanggung gaji karyawan suaranya harus mulai didengarkan dan diperhatikan oleh pemda," ujarnya.

Apps Bisnis.com available on: