Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 22 November 2017

Arkeolog Temukan Patung Kepala Firaun Berusia 4.300 Tahun

Ilham Budhiman Kamis, 07/09/2017 08:47 WIB
Arkeolog Temukan Patung Kepala Firaun Berusia 4.300 Tahun
Arkeolog Temukan Patung Kepala Firaun Berusia 4.300 Tahun
Daily Mail

Bisnis.com, BANDUNG -- Arkeolog Hebrew University di Jerusalem menemukan sebuah patung kepala berusia 4.300 tahun yang dipastikan merupakan representasi firaun Mesir.

Dilansir Daily Mail, patung kepala yang sudah pecah itu ditemukan di kuno Hazor dan kini menjadi misteri siapa orang yang menjadi model pada patung tersebut.

Para peneliti mengungkapkan, bahwa patung tersebut telah mengumpulkan sejarah pertanyaan sejak pertama kali ditemukan pada 1990-an dan membuat para arkeolog bingung bagaimana patung tersebut muncul di Hazor, Israel Utara.

Dan mereka mengatakan bahwa hal itu sengaja dihancurkan lebih dari 1.000 tahun setelah dibuat. Para peneliti juga mencatat ketika melakukan penggalian pada 1990-2012, konsentrasi patung-patung Mesir di lokasi Israel sangat mengejutkan.

Seiring dengan penemuan kepala misterius tersebut, fragmen patung Mesir lainnya juga ditemukan di tempat yang sama dan sebagian besar dianggap sebagai Sphinx.

"Retakan itu menunjukkan bahwa hidung patung itu telah rusak dan kepala terlepas dari sisa patung sebelum hancur. Telinga kanan menunjukan patahan akibat kerapuhan tetapi seluruh patung tersebut bisa direkonstruksikan,” tulis para peneliti.

Peneliti menyebut jika patung tersebut terbuat dari sejenis baru metamorf yang dikenal dengan greywacker, biasanya digunakan dalam seni Mesir Kuno yang berasal dari zaman prasejarah.

Hal ini memberikan bukti kuat tentang asal Mesir, menurut para peneliti, ciri-ciri wajah pada patung tersebut mungkin berasal dari Dinasti ke-5. Berdasarkan sifatnya, patung itu menggambarkan royalti.

"Orang yang digambarkan mengenakan wig pendek, lalu sebuah urateus, dan lambang kobra di atas dahi Firaun di ikonografi Mesir kuno. Sehingga mengidentifikasi karakter raja Mesir tanpa kada eraguan,” tulis peneliti.

Apps Bisnis.com available on: