Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

Bank Indonesia Jabar Antisipasi Dampak Gagal Panen

Maman Abdurahman Rabu, 06/09/2017 17:05 WIB
Bank Indonesia Jabar Antisipasi Dampak Gagal Panen
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, CIREBON—Kepala Bank Indonesia Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat menyatakan dampak dari adanya gagal panen yang dialami sejumlah petani masih terus diperhatikan, mengingat komoditi beras merupakan komoditi strategis yang berpengaruh terhadap inflasi.

Berdasarkan catatan laju inflasi di Jabar, pada Agustus 2017 lalu masih mengalami deflasi karena belum banyak tekanan harga khususnya dari komoditi pangan.

“Trend September inflasi cendrung tinggi tetap kami antisipasi apalagi ada petani di beberapa daerah gagal panen,” katanya usai memberikan materi di IAIN Cirebon, Rabu (06/09/2017).

Wiwiek mengungkapkan faktor yang mampu mendorong inflasi September akan stabil adalah aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan untuk beras sehingga para pedagang tidak bisa memainkan harga seenaknya.

“Kami berharap dalam kondisi seperti ini petani tetap dapat margin dari hasil usahanya, dan harga beras di pasaran tetap stabil,” ujarnya. (k3)

 

Apps Bisnis.com available on: