Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 22 November 2017

Kisah Seorang Yang Tak Pernah Buang Air Kecil Selama 3 Tahun

Ilham Budhiman Rabu, 06/09/2017 09:15 WIB
Kisah Seorang yang Tak Pernah Buang Air Kecil Selama 3 Tahun
Vikki Black
Metro

Bisnis.com, BANDUNG -- Kisah pilu diderita wanita berusia 23 tahun asal Cumbria, Inggris, lantaran sejak tahun 2014 lalu didirnya sangat kesulitan untuk buang air kecil.

Dilansir Metro, wanita bernama Vikki Black itu pada mulanya mengira menderita radang sistitis atau infeksi saluran kandung kemih. Tapi, setelah beberapa hari tak bisa buang air kecil, kesehatannya terus menurun hingga Vikki mengalami sulit tidur.

Selama beberapa waktu itu, perut Vikki tiba-tiba semakin membengkak drastis, terlihat seperti orang hamil. "Saya terlihat seperti hamil 20 minggu," kata Vikki.

Kemudian, dia mulai merasa khawatir dan menceritakan kepada ayahnya atas keluhan penyakitnya. "Dan dia membawa saya ke rumah sakit. Aku tahu harus pergi (ke rumah sakit)," kata Vikki.

Di rumah sakit, Vikki mendapat perawatan intensif. Sebuah pipa panjang (kateter) dimasukkan ke dalam kandung kemihnya untuk mengeluarkan 1200 mililiter urin yang jumlahnya lebih dari dua gelas. Padahal, jumlah urin di dalam kandung kemih normalnya hanya 500 mililiter.

"Biasanya kandung kemih menyimpan jumlah maksimal 500ml urin, jadi itu adalah jumlah yang gila," ujar Vikki. Setelah dikeluarkan, Vikki merasa lega.

Namun, tragedi kembali datang lantaran perutnya kembali membesar keesokan harinya. Dokter pun mendiagnosa menderita Fowler's Syndrome, sebuah kondisi yang menyebabkan retensi urin di kandung kemih. Penyakit ini biasanya menyerang wanita berusia 20-40 tahun.

"Sangat jarang sekali, ketika saya mengunjungi dokter rumah sakit, orang belum pernah mendengarnya," ucap dia.

Vikki kemudian menjalani perawatan di Manchester, di mana dia menjalani tes urodinamik yang melibatkan masuknya kateter kecil, satu di kandung kemih dan satu di rektum.

Akibat perawatan yang dia jalani dengan memasukkan kateter menyebabkannya menderita sekitar 90 infeksi. "Karena kateter, saya sudah banyak mengalami infeksi ginjal. Saya mungkin menderita sekitar 90 infeksi dan masuk rumah sakit," katanya.

Saat ini, Vikki diberi antibiotik intravena yang diberikan dokter. Antibiotik itu diberikan untuk indikasi pada infeksi serius.

"Ini mengubah hidup saya begitu banyak. Saya masuk dan keluar rumah sakit dan tidak bisa melakukan sesuatu yang sederhana," kata Vikki.

Apps Bisnis.com available on: