Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 26 Mei 2018

Unjuk Rasa Anti Uber Di Chile, Tewaskan Satu Orang Turis

Kahfi Selasa, 05/09/2017 15:28 WIB
Unjuk Rasa Anti Uber di Chile, Tewaskan Satu Orang Turis
Ilustrasi
Reuters

Bisnis.com, SANTIAGO- Pengemudi taksi konvensional di Chile melakukan unjuk rasa dan menduduki bandara internasional Santiago, mereka memprotes keberadaan aplikasi transportasi Uber dan Cabify.

Atas kejadian tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/9/2017), kondisi Ibukota Santiago cukup kacau. Para demonstran menutup akses jalan utama menuju bandara, dan menduduki kantor maskapai lokal LATAM.

Akibat aksi tersebut, banyak penerbangan mengalami penundaan. Selain itu, terjadi kemacetan parah di seantero Santiago, memaksa para turis berjalan kaki di jalan raya Santiago.

Bahkan, media lokal setempat mengabarkan terdapat seorang turis pria berusia 65 tahun asal Brazil tewas terjebak kemacetan. Turis tersebut mendapat serangan jantung di tengah kemacetan akibat aksi demonstrasi.

Bala bantuan dari tim kesehatan melakukan evakuasi korban menggunakan helikopter. Sayangnya, nyawa turis tersebut tak tertolong.

 “Kejadian ini mencoreng citra Chile, merusak citra maskapai, dan membuat turis enggan datang,” kata Claudio Orrego, Gubernur Santiago.

Sejauh ini, legalitas aplikasi transportasi seperti Uber dan Cabify masih abu-abu. Hal itu memicu adanya protes dari pengemudi taksi konvensional yang merasa dirugikan.

Apps Bisnis.com available on: