Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 22 November 2017

Menggunakan Ponsel Di Pesawat Saat Terbang, Ternyata Risikonya Kecil

Ihya Ulum Aldin Kamis, 31/08/2017 16:22 WIB
Menggunakan Ponsel di Pesawat saat Terbang, Ternyata Risikonya Kecil
Ilustrasi
Digital Trends

Bisnis.com, BANDUNG - Kita selalu diminta untuk mengalihkan ponsel ke mode terbang atau malah dimatikan sebelum pesawat lepas landas hingga mendarat. Tapi, sebesar apa risiko jika tidak melakukannya terhadap penerbangan?

Dilansir abc.net.au, menurut badan industri ponsel, Australian Mobile Telecommunications Association (AMTA), risikonya sebenarnya kecil. Direktur eksekutif AMTA, Chris Althaus, menunjukkan fakta yang sudah dikeluarkan badan tersebut.

"Tidak ada bukti bukti ponsel yang bisa mengganggu sistem pesawat terbang dari dalam kabin penumpang," ujar Chris.

"Meskipun insiden sering dilaporkan oleh awak pesawat, tapi laporan ini belum tentu karena terkait dengan penggunaan ponsel," tambahnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Boeing pada tahun 2000 dan Otoritas Penerbangan Federal AS pada 2012, gagal mengkonfirmasi hubungan antara penggunaan ponsel dengan banyaknya laporan insiden di pesawat.

Pelarangan menggunakan ponsel di pesawat disebabkan sebagian industri penerbangan menghindari risiko yang kecil tersebut. "Berisiko kecil" bukan berarti "tidak berisiko sama sekali".

Membiarkan orang yang berada dalam pesawat melakukan kontak ke berbagai stasiun pemancar di darat, bisa menyebabkan masalah pada jaringan telepon di daratan.

Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Emirates dan Swiss, mengatasi masalah ini dengan memiliki stasiun pemancar sendiri di atas beberapa pesawat. Jadi orang-orang diizinkan melakukan panggilan telepon dalam pesawat mereka.

Tapi, jika Anda tidak terbang dengan maskapai tersebut dan ingin menghindari risiko kecil yang ada, memang lebih bijak mengganti ponsel Anda ke mode terbang atau mematikan ponsel.

Apps Bisnis.com available on: