Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 22 September 2017

Turki Berencana Buka Kegiatan Menyelam Di Kota Bawah Air

Ihya Ulum Aldin Selasa, 15/08/2017 20:33 WIB
Turki Berencana Buka Kegiatan Menyelam di Kota Bawah Air
Salah satu bangunan kuno di Kekova
Telegraph: Tahsin Ceylan

Bisnis.com, TURKI - Di lepas pantai kota Antalya, Turki, terdapat pulau kecil bernama Kekova yang tidak berpenghuni. Tempatnya indah dan tenang. Tapi, yang membuatnya terkenal adalah sisa-sisa kota kuno di bawah air.

Menyelam sambil melihat pemandangan kota kuno pasti akan menjadikan itu pengalaman yang berharga. Sayangnya, sejak tahun 1986 kota bawah air ini ditutup untuk kegiatan menyelam untuk melestarikan dan menjaga peninggalan berharga ini.

Kota tersebut merupakan sebuah pos perdagangan dulunya. Namanya Simena, yang hancur akibat gempa bumi di abad kedua. Namun, seperti dilansir oleh Telegraph, kegiatan menyelam ini rencananya akan dibuka kembali setelah 30 tahun ditutup.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki siap untuk membatalkan larangan tersebut setelah mendapat permohonan dari walikota Antalya, Münir Karalolu.

"Upaya kami untuk menambah aneka pariwisata alternatif mulai membawa hasil dan ketertarikan pada pariwisata selam telah meningkat," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa jika kementerian benar-benar mengizinkan dibuka kembalinya wisata menyelam di kota bawah air ini, wisatawan akan ditemani oleh pemandu dan arkeolog di Kekova.

Meskipun kota ini tidak sepenuhnya berada di bawah air dan sebagian besar sudah dipindahkan, namun beberapa masih bisa dinikmati sambil menyelam seperti beberapa rumah, bangunan umum, dan pelabuhan.

Levent Ik dari Kekova Diving Center mengatakan bahwa dibukanya kembali aktifitas menyelam di situ yang dilindungi Unesco ini bisa mengubah pulau ini.

"Potensi wisatawan untuk menyelam di situs ini sangat diminati oleh semua orang yang ingin mengetahui lebih banyak tentang warisan kita," katanya.

"Gubernur Antalya dan gubernur Demre adalah penyelam Scuba dan pelindung dunia bawah laut."

"Begitu larangan ini dicabut, akan ada dampak yang luar biasa karena banyak arkeolog dan universitas bawah laut ingin datang dan melihat lebih banyak rahasia yang dimiliki peradaban berusia 4000 tahun itu," ujar Levet Ik.

Namun, kita harus bersabar karena pembukaan aktifitas menyelam ini masih menunggu perizinan dari Kementerian Turki. Pengajuan pembukaan aktifitas ini baru diberikan dua minggu yang lalu.

Apps Bisnis.com available on: