Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 23 Agustus 2017

Cara Paling Efektif Berhenti Merokok, Menurut Penelitian

Ihya Ulum Aldin Senin, 14/08/2017 09:55 WIB
Cara Paling Efektif Berhenti Merokok, Menurut Penelitian
Ilustrasi
Reuters

Bisnis.com, INGGRIS - Banyak cara untuk berhenti merokok. Tapi, cara yang populer ada dua: berhenti tiba-tiba atau berhenti secara bertahap. Lalu, manakah yang paling efektif di antara dua metode tersebut?

"Banyak orang berpikir bahwa secara akal sehat, untuk berhenti merokok adalah mengurangi jumlah rokok sebelum berhenti merokok," kata Nicola Lindson-Hawley dari Universitas Oxford, yang memimpin sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Tapi hasil penelitian tersebut mengatakan sebaliknya: berhenti total merokok saat itu juga lebih efektif.

Lindson-Hawley dan rekan-rekannya meneliti hampir 700 orang di Inggris. Mereka adalah orang yang merokok setidaknya 15 batang rokok sehari tapi berencana untuk berhenti merokok. Mereka semua diberi tenggat waktu untuk berhenti merokok dalam dua minggu. 

Setengah dari mereka, ditugaskan untuk merokok secara normal sampai tenggat waktu tiba, tapi mereka harus berhenti merokok setelahnya. Setengah lainnya, secara bertahap mengurangi konsumsi rokok menjelang hari yang ditentukan.

Kedua kelompok memiliki konseling perilaku, patch nikotin, dan terapi pengganti nikotin seperti produk permen karet, pelega tenggorokan, dan semprotan mulut.

Setelah itu peneliti melihat dalam empat minggu, setelah tanggal berhenti, untuk mengukur kesuksesan. Tidak berhenti sampai situ, mereka juga melilhat enam bulan setelahnya.

Pada empat minggu awal, kelompok yang tiba-tiba berhenti, 49%-nya berhasil berhenti merokok. Sementara, kelompok yang secara bertahap berhenti, hanya 39% yang berhasil.

Mereka yang berhenti secara tiba-tiba, juga berhasil berhenti merokok lebih banyak sekitar 25% daripada kelompok yang berhenti secara bertahap, seperti dilansir TIME.

Pada enam bulan setelah tenggat waktu berhenti merokok, hasilnya, 22% kelompok tiba-tiba berhenti masih hidup tanpa rokok, sementara hanya 15% dari kelompok bertahap yang masih tidak merokok.

Banyak orang mengatakan bahwa mereka lebih suka berhenti secara bertahap daripada tiba-tiba. Tapi, ternyata kesukaan itu tidak efektif untuk membuatnya berhenti merokok.

"Bahkan jika orang ingin berhenti secara bertahap, mereka akan berhasil jika menggunakan metode mendadak," kata Lindson-Hawley.

Penelitian ini memang tidak menjamah cara berhenti menggunakan cara lain seperti rokok elektronik yang belum terbukti sebagai alat berhenti merokok yang efektif.

Meski berhenti secara tiba-tiba lebih baik, Lindson-Hawley mengatakan bahwa tingkat berhenti merokok dalam kelompok bertahap masih cukup baik dari pada cara lainnya lagi.

Apps Bisnis.com available on: