Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG: Lahan Konsorsium KCIC Juga Mengganjal

Wisnu Wage Minggu, 13/08/2017 14:25 WIB
KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG: Lahan Konsorsium KCIC Juga Mengganjal
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com,BANDUNG--Ganjalan pendataan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tak hanya datang dari lahan milik warga.

Asisten Pemerintahan Setda Jabar Koesmayadi memaparkan dari 6800 bidang lahan tersebut masalah juga muncul dari kepemilikan lahan yang dikuasai BUMN dan Pemerintah seperti KAI, Perhutani dan PTPN, Jasa Marga dimana berita acara penyerahan sampai saat ini belum diserahkan pada tim.

“Secara komitmen sudah ada tapi kami harus tertib secara fisik dan administrasi, takut kami disalahkan,” ujarnya di Bandung, Minggu (13/8/2017).

Masalah juga terjadi di lahan milik swasta seperti terjadi di sejumlah kawasan industri sepanjang Bekasi-Karawang. Koesmayadi mencontohkan proses verifikasi dan sosialisasi pada pabrik Mitsubishi terganjal karena harus menunggu izin dari kantor pusat pabrikan mobil tersebut di Jepang. “Komitmen mereka sudah ada. Tapi masa saya harus ke Jepang?” paparnya.

Koesmayadi mencatat rata-rata perusahaan yang berada di kawasan industri kesulitan mengikuti proses ini mengingat menolak memberikan keputusan.  Pihaknya menilai dengan kondisi ini maka target penerbitan penlok yang dibebankan pemerintah pusat terlewati.

“Pusat mintanya 1 Agustus kemarin, saya nggak mau menyalahi aturan, 6000 lebih pemilik nggak mungkin,” katanya.

Tim sendiri sudah berkoordinasi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)  agar memberikan tambahan waktu mengurus data lahan. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pun menurutnya mempersilahkan tim bekerja sesuai aturan agar tidak menjadi masalah hukum. “Karena ini butuh mempertemukan, sosialisasi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk penlok,” paparnya.

 

Apps Bisnis.com available on: