Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Bulog Diminta Serap Gula Petani Tebu

Hedi Ardia Minggu, 13/08/2017 13:55 WIB
Bulog Diminta Serap Gula Petani Tebu
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Petani Tebu mendesak pemerintah melalui Perum Bulog segera menyerap 250.000 ton gula petani tebu yang tidak laku dijual ke pedagang di pasar untuk diserap. Hal ini demi menjaga kelangsungan hidup dan usaha para petani tebu.

Tokoh petani tebu Jawa Barat Anwar Asmali mengatakan, saat ini gula petani tidak laku dijual ke pasar karena membanjirnya gula rafinasi imbas dari banyaknya impor untuk gula konsumsi pada 2016 yang mencapai 1,6 juta ton dari kebutuhan hanya 400.000 ton. Sehingga pada akhir tahun 2016 sisa stok gula impor masih tersisa 1,2 juta ton.

"Sekarang petani tebu tidak ada yang menjual, sehingga akan berpengaruh pada motivasi petani tidak kembali menanam," kata Anwar yang merupakan mantan Ketua APTRI Jawa Barat ini kepada Bisnis, Minggu (13/8/2017).

Menurutnya, usulan itu telah disampaikan para petani tebu lewat asosiasinya kepada pemerintah, tapi sejauh ini pemerintah nampaknya belum mengakomodirnya. Harga patokan untuk gula petani yang ditetapkan Rp10.500 per kilogram dinilainya sudah baik.

Dengan catatan, harga sebesar itu tanpa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sehingga bisa dijual Rp12.500 per kilogram oleh pedagang atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Kebijakan pengenaan pajak pertambahan nilai 10% telah membuat pedagang enggan membeli gula petani karena mereka khawatir ditarik PPN.

"Petani sudah sampaikan sejumlah solusi untuk masalah ini ke pemeirntah dan turun ke jalan termasuk mendatangi Kementerian Keuangan dan Perdagangan, tapi belum ada yang konkret," ucapnya.

Bocornya gula rafinasi ke pasar bebas terjadi karena minimnya pengawasan yang dilakukan instansi terkait. Pemerintah baru serius turun ke lapangan setelah ramai dikeluhkan petani dan diberitakan. Padahal, gula rafinasi sendiri diperuntukkan untuk kebutuhan industri.

"Gula rafinasi itu untuk industri itu sendiri tidak masuk pasar. Tapi kalau gula dengan ‘raw-sugar’, bahannya di olah menjadi gula kristal putih, itu untuk konsumsi. Untuk gula tidak laku dijual ini, baru terjadi," paparnya.

Apps Bisnis.com available on: