Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 23 Oktober 2017

PILGUB JABAR

Demokrat Akan Bangun Koalisi Oposisi

Hedi Ardia Jum'at, 11/08/2017 17:47 WIB
Demokrat Akan Bangun Koalisi Oposisi
Dede Yusuf
Antara

Bisnis.com, SOREANG - Politisi Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi menilai Pilgub Jabar 2018 merupakan bagian dari Pilpres 2019 mendatang. Untuk itu, konstalasi yang ada di Pilgub Jabar sudah memotret dua kubu sebagai dampak PT (presidential threshold) 20% lewat UU Penyelenggara Pemilu yang disahkan pada 22 Juli silam.

Sejauh ini, PDIP dan Golkar telah sepakat berkoalisi untuk Pilgub Jabar dengan mengusung Dedi Mulyadi. Disusul NasDem, Hanura, PPP dan PKB membangun poros baru menghadapi untuk memenangkan pesta demokrasi di Jabar.

"Di tingkat pusat ada dua kubu, pemerintah dan kubu oposisi. Apabila melihat koalisi yang sudah terbangun di Pilgub Jabar, itu sudah jelas kubu pemerintah," katanya kepada wartawan di Aula Kantor Desa Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/8/2017).

Diakuinya, kubu oposisi belum melakukan gerakan apapun untuk pesta demokrasi di provinsi dengan penduduk terbanyak ini yang akan bermuara pada Pilpres. Disamping itu, yang mencuri perhatian adalah Pilgub Jateng dan Jatim.

Kemenangan di ketiga provinsi ini akan menentukan di Pilpres setahun berikutnya. Pasalnya, ketiga provinsi tersebut memiliki jumlah penduduk dan pemilih terbanyak dibandingkan provinsi lainnya.

"Ini adalah perebutan daripada Pilpres. Jadi kita bisa melihat sekarang yang bergabung adalah dari kubu-kubu pemerintah," ungkapnya.

Lebih lanjut Dede tak memungkiri adanya kemungkinan kubu oposisi untuk berkoalisi dengan Partai Gerinda dan PKS. Terlebih, tidak ada pilihan lain kecuali bergabung dengan kubu oposisi sesuai formasi di tingkat pusat.

"Saya akan menentukan sikap maju atau tidak di Pilgub Jabar akan ditentukan pada September," paparnya.

Apps Bisnis.com available on: