Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 21 Agustus 2017

PILGUB JABAR 2018

Isu SARA Ke Dedi Mulyadi Sudah Mulai Terbuka

Wisnu Wage Jum'at, 11/08/2017 14:42 WIB
Isu SARA ke Dedi Mulyadi Sudah Mulai Terbuka
Bupati Dedi Mulyadi
Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG--Serangan bernuansa SARA ke Dedi Mulyadi diprediksi akan mulai bermunculan seiring proses Pilgub Jabar 2018.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin turut menanggapi langkah yang dilakukan oleh sejumlah pihak yang mengaku sebagai Ulama Jawa Barat, yang mendatangi Kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat pada Rabu (9/8) lalu.

Ia menilai, seharusnya kritikan atau koreksi yang dibangun oleh para ulama harusnya bersifat konstruktif dan dilakukan dengan etika yang baik tanpa menjelekan subjek yang dilontari kritikan itu.

“Kritikan ulama itu harus membangun dan tidak menjelekkan,” singkatnya pada humas Golkar, Jumat (11/8/2017).

Kelompok ulama yang mengaku tergabung dalam GEMA (Gerakan Ulama) Jawa Barat tersebut meminta kepada DPP Partai Golkar agar menarik kembali rekomendasi yang telah diberikan kepada Dedi Mulyadi untuk bertarung dalam Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang sebagai calon Gubernur dan menggantinya dengan rekomendasi untuk kader Golkar yang lain.

Atas dasar ini, Ujang menilai bahwa langkah ulama tersebut sebagai bagian dari serangan terbuka kepada Dedi Mulyadi.

“Tapi perlu diketahui, serangan terbuka semacam ini dalam politik merupakan hal yang wajar. Apalagi Dedi Mulyadi merupakan Calon Gubernur yang sangat potensial,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Politikan Review ini juga mengatakan bahwa kasus lama akan dibuka kembali untuk digunakan sebagai serangan yang dianggap akan melumpuhkan kekuatan politik lawan. Cara ini senada dengan upaya ulama tersebut yang membuka kembali isu yang berbau SARA.

“Soal patung, soal pewayangan, itu isu lama yang dibuka kembali,” tandasnya.

 

Apps Bisnis.com available on: