Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 12 Desember 2017

Songsong Indonesia Emas, Pajak Dikenalkan Sejak Dini

Hedi Ardia Jum'at, 11/08/2017 17:08 WIB
Songsong Indonesia Emas, Pajak Dikenalkan Sejak Dini

Bisnis.com, BANDUNG -  Untuk menyongsong Indonesia Emas pada 2045, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menginisiasi integrasi materi kesadaran pajak dengan kurikulum pendidikan. DJP menyadari pentingnya kesadaran pajak harus ditanamkan sejak dini.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I, Yoyok Satiotomo mengatakan, ketika anak-anak sudah diperkenalkan dengan pajak dan manfaatnya sejak dini, maka pada saatnya nanti mereka menjadi wajib pajak yang tertib. Wajib Pajak merupakan pahlawan, karena dari merekalah negeri ini terus maju melakukan perbaikan dan perubahan.

"Agar pajak masuk dalam pendidikan telah ditandatangani Mou antara DJP dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014 tentang Edukasi Sadar Pajak. Program bernama Pajak Bertutur ini merupakan kick off Edukasi Sadar Pajak yang akan dilaksanakan secara simultan di seluruh elemen pendidikan baik di kurikulum maupun pembelajaran," katanya, saat memberikan sambutan pada kegiatan Pajak Bertutur di Universitas Widyatama, Jumat (11/8/2017).

Pajak Bertutur secara serentak dilakukan pada 11 Agustus 2017, tak terkecuali Kanwil Ditjen Pajak Jawa Barat I. Program ini merupakan salah satu upaya Ditjen Pajak meningkatkan kesadaran Wajib Pajak melalui jalur pendidikan.

Program ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia setidaknya dilaksanakan di lebih dari 2000-an sekolah dan perguruan tinggi serta diikuti lebih dari 120.000-an siswa/mahasiswa. Di wilayah Kanwil DJP Jabar I sendiri, ada 19 unit kerja (Kanwil, 16 KPP, dan 2 KP2KP) yang menyelenggarakan program ini, di 83 lokasi (SD, SMP, SMA dan PT) dan sekira 5.260 orang menjadi peserta.

"Di Bandung kegiatan ini diikuti lebih dari 600-an mahasiswa yang hadir dari 9 kampus berbeda. Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengadakan Video Conference pada 11 titik di Indonesia," ungkapnya.

Yoyok berharap agar dukungan semua pihak terhadap Edukasi Sadar Pajak ini terus diberikan. Dukungan khususnya dari elemen pendidikan, para pendidik dan tenaga kependidikan sangat diperlukan guna menyukseskan program ini.

"Semoga, dengan adanya Pajak Bertutur ini, mampu menggugah kesadaran pajak sejak dini, sehingga ketika nanti menjadi Wajib
Pajak dalam dirinya sudah tertanam arti penting pajak bagi pembangunan," ujarnya.

Pasalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat bergantung pada sektor perpajakan. Sekitar 75% sumber pendapatan APBN berasal dari sektor pajak. Penerimaan ini digunakan untuk membiayai pembangunan dan 20% digunakan untuk anggaran pendidikan.

"Meski sangat signifikan bagi pendapatan negara, tapi peran penting pajak ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga kepatuhan pajak baik pembayaran maupun pelaporan pajak masih rendah," paparnya.

Apps Bisnis.com available on: