Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 23 Agustus 2017

Hingga Juli, 6 Perusahaan Investasi Di Jabar Ilegal

Kahfi Kamis, 10/08/2017 13:28 WIB
Hingga Juli, 6 Perusahaan Investasi di Jabar Ilegal
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG- Sejak Januari sampai Juli tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan 31 perusahaan jasa keuangan dan investasi tak mempunyai legalitas.

Dari jumlah tersebut, 6 di antaranya mempunyai wilayah operasi di Jawa Barat (Jabar). Infomasi seputar perusahaan illegal tersebut terpampang dalam portal IAP (Investor Alert Portal).

Lewat portal tersebut, OJK mewanti-wanti kepada masyarakat untuk berhati-hati agar tak terjebak program investasi bodong. IAP merupakan langkah pencegahan dari OJK untuk mempersempit gerak para pemain investasi bodong.

Dari enam perusahaan jasa keuangan dan investasi yang illegal di Jabar, beberapa di antaranya telah mencuat sebagai kasus hukum. Data IAP itupun belum termasuk kejadian paling anyar seperti penyelidikan terhadap PT Maestro Pulsa dan Global Insani di Cirebon pada bulan lalu.

Sebagaimana dikutip dari laman IAP, Kamis (10/8/2017), mayoritas perusahaan illegal itu menawarkan program investasi dengan imbal hasil yang tak logis. Perusahaan-perusahaan itu kerap kali menggunakan modus yang akrab dikenal sebagai skema Ponzi.

Melalui skema tersebut, para investor ditawari imbal hasil yang besar. Paling sedikit, calon investor ditawari 20% imbal hasil tiap bulan dari total dana yang disetor.

Banyak masyarakat yang tergiur lantas terjebak jualan tersebut. Padahal, perusahaan hanya mengandalkan investasi dari ‘korban’ selanjutnya untuk merealisasi janji manis itu.

Hasilnya, karena tidak mempunyai aktivitas bisnis apapun, perusahaan investasi bodong pada akhirnya mengorbankan para investor yang baru kemudian masuk. Sebab, perusahaan investor bodong itu pasti menghadapi masa perputaran dana yang terhimpun lebih sedikit dibandingkan pengeluaran imbal hasil.

Berikut daftar enam perusahaan jasa keuangan dan investasi yang berdomisili di Jabar. OJK telah menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut illegal:

  1. Koperasi Serba Usaha Agro Cassva Nusantara (Agro Investy). Alamat: Kampung Babakan Kencana, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat. Dinyatakan illegal pada Maret 2017. Bergerak di bidang investasi penanaman dan bisnis singkong.
  2. Pandawa Group. Alamat: Jalan Raya Maruyung, Depok, Jawa Barat. Dinyatakan illegal pada Maret 2017. Kasus Pandawa Group telah mencuat pada awal tahun ini dan menyeret para pelaku ke jalur hukum.
  3. PT Compact Sejahtera Group (Compact 500). Alamat: Jalan Raya Mercedes Benz RT 001/003, No. 168 Cicadas, Gunung Putri, Bogor. Menghimpun dan menyalurkan dana. Mirip skema Ponzi.
  4. PT Inti Benua Indonesia. Alamat: Jalan M. Yusuf Raya I. Kav. 38A, Sukmajaya, Depok. Register 17 Januari. Bergerak dalam pembiayaan kendaraan bermotor atasnama hak guna pakai.
  5. PT Multi Sukses International. Alamat: Jalan Mars Selatan, No.9, Manjahlega, Rancasari, Bandung, Jawa Barat. Kantor lainnya beralamat di Jalan Kahuripan Nirwana Village, Ruko Monroe Unit 39&50, Sidoarjo, Jawa Timur. Tercatat pada Juli 2017. Menawarkan program investasi berkedok MLM bidang kecantikan.
  6. PT Cipta Multi Bisnis Group. Jalan Raya Ancol, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dicatat pada 19 Januari. Investasi bagi hasil.

 

Apps Bisnis.com available on: