Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 21 Agustus 2017

Jabil Unit Bandung Ditargetkan Operasi Massal Oktober

Hedi Ardia Kamis, 10/08/2017 18:20 WIB
Jabil Unit Bandung Ditargetkan Operasi Massal Oktober
Fasilitas manufaktur Jabil

Bisnis.com, BANDUNG - Sebuah perusahaan global yang menyediakan perancangan elektonik komprehensif, layanan produksi dan manjemen produk, Jabil Inc menargetkan Oktober 2017 bisa mulai berproduksi. Untuk mendirikan unit usaha barunya di Bandung ini mereka telah menananamkan modal US$50 juta.

Vice President Global Business Unit Jabil, Bill Frake mengatakan, saat ini perusahaannya masih melakukan instalasi peralatan mesin canggihnya yang ditargetkan tuntas pada akhir Agustus dan uji coba pada September untuk selanjutnya dilakukan produksi sebulan berikutnya.

"Khusus di Bandung, kami mulai menggarap pasar mesin presisi untuk kedirgantaraan. Disini kami menawarkan solusi high mix, low volume dan solusi kompleksitas simple to medium yang terjangkau untuk industri kedirgantaraan," katanya, kepada wartawan disela-sela Grand Opening Jabil di Bandung, Kamis (10/8/2017).

Di Bandung, perusahaan yang memperdagangkan sahamnya di Bursa Saham Newyork dengan kode emiten "JBL" ini membeli lahan seluas 6,3 hektare di kawasan Bandung Teknopolis. Bandung dipilih sebagai lokasi pabrik barunya, karena di kota ini banyak tersedia SDM yang berkualitas.

Saat ini, mereka mempekerjakan sekitar 100 karyawan dan jumlah tersebut dapat meningkat hingga lima kali dalam 10 tahun ke depan. Selain itu, Jabil pun berkomitmen untuk terus berinvestasi pada tenaga kerja lokal dan berencana mempersiapkan bakat lokal untuk posisi kepemimpinan di masa depan melalui serangkaian pelatihan dan pengembangan.

"Komponen pesawat yang kami produksi berbeda dengan PT DI karena kami akan menggarap komponen metal untuk sistem pesawat seperti valve, fitting, fastener, plate, bracket, small housing hingga fork," ujarnya.

Selain tenaga kerja yang terampil dan berkat serta kemampuan yang mumpuni di aerospace, kebijakan pemerintah Jokowi yang ramah investasi dan infrastruktur menjadi alasannya berani membuka faslitas barunya di Indonesia yang menjadi negara ke-28 secara global.

"Produk komponen pesawat kami buat untuk memenuhi permintaan konsumen kami seperti Boeing dan Airbus," ucapnya.

Sebelumnya, pihaknya bekerjasama dengan 250 merk terkemuka di dunia yang memberi visibilitas ekosistem yang luas dan memungkinkan untuk menyebarkan kemampuan teknis, menerapkan analisis dan analisis lintas sektor untuk bertindak berdasarkan tren dan tantangan.

"Jabil bercita-cita menjadi penyedia solusi manufaktur berteknologi maju termutakhir di dunia dan ini mendorong kami untuk menemukan cara menciptakan nilai bagi pelanggan kami," ucapnya.

Apps Bisnis.com available on: