Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 21 Agustus 2017

Hanif Optimistis Tekan Laju Pengangguran

Kahfi Selasa, 08/08/2017 18:10 WIB
Hanif Optimistis Tekan Laju Pengangguran
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri (dari kiri), Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Ferry Sofwan Arif menghadiri acara Gebyar Pemberian Manfaat Kepada Penyandang Disabilitas Se Provinsi Jawa Barat di Bandung, hari ini
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Hanif Dhakiri meyakini pada tahun ini tak ada lonjakan pengangguran meskipun pertumbuhan ekonomi nasional di bawah ekspektasi.

Sebagaimana data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini sebatas 5,01%. Tingkat pertumbuhan di bawah perkiraan dari IMF yang sebesar 5,2% dan pemerintah yang mematok 5,6%.

Sedangkan hingga semester I/2017, tingkat pertumbuhan hanya di kisaran 5,1%. Hal inipun akan berimbas kepada pembukaan lapangan kerja baru.

Meski demikian, Menakertrans Hanif Dhakiri meyakini jumlah pengangguran masih bisa ditekan pada posisi saat ini, sebesar 7,01 juta orang. Menurutnya, jumlah pengangguran terbuka itu masih bisa diserap pasar kerja.

Pasalnya, tegas Hanif, dengan laju pertumbuhan di atas 5%, Indonesia masih mampu memperluas kesempatan kerja, apalagi dunia usaha pun ikut optimistis. “Kalau dibandingkan negara lain, bahkan negara maju, tingkat pertumbuhan kita masih jauh lebih tinggi, hanya tipis di bawah China,” kata Hanif, Selasa (8/8/2017).

Di tengah situasi perekonomian global yang melambat, singgung Hanif, pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional cukup meyakinkan. “Meski ada pekerjaan rumah menekan angka pengangguran, namun selagi masyarakat optimistis, kita tak akan seburuk negara lain,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan BPS, angkatan kerja pada Februari 2017 sebanyak 131,55 juta orang atau naik 6,11 juta orang dibanding Agustus 2016 dan naik 3,88 juta orang dibandingkan Februari 2016.

Dari angkatan kerja tersebut, jumlah angkatan kerja yang bekerja pada Februari 2017 mencapai 124,54 juta orang dan pengangguran sebanyak 7,01 juta orang. Pada Februari 2017, BPS mencatat penduduk usia kerja yang bukan angkatan kerja mecapai 59,04 juta orang.

Berdasarkan status pendidikan, BPS melaporkan penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2017 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu SMP ke bawah sebanyak 75,21 juta orang atau 60,39%. Sementara itu, penyerapan lulusan SMA sederajat mencapai 34,06 juta orang.

Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 15,27 juta orang (12,26%) dengan rincian 3,68 juta orang berstatus diploma dan 11,59 juta orang berpendidikan universitas.

Apps Bisnis.com available on: