Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 23 Oktober 2017

Antisipasi Kekeringan, Pemerintah Siapkan Ribuan Pompa

Hedi Ardia Selasa, 08/08/2017 14:35 WIB
Antisipasi Kekeringan, Pemerintah Siapkan Ribuan Pompa
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Untuk mencegah gagal produksi akibat kekeringan yang mulai melanda beberapa daerah yang menjadi sentral pertanian nasional, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah langkah diantaranya pompanisasi pengairan sawah.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengaku telah menyiapkan puluhan ribu pompa air. Langkah tersebut merupakan pelajaran yang dapat diambil dari bencana kekeringan yang sempat terjadi beberapa tahun sebelumnya akibat badai El Nino.

"Dulu El Nino saja bisa kita tangani, apalagi sekarang. Elnino saja kita tangani, itu terberat sepanjang sejarah," katanya, kepada wartawan, .usai mengisi kuliah umum di Convention Hall, Telkom University, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017).

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, Uneef Primadi menyatakan, ada sejumlah cara yang akan dilakukan di Jabar dalam menghadapi kekeringan akibat La Nina yakni pompanisasi dipadu dengan pipanisasi serta pemanfaatan dam parit yang harus diisi air.

Bedanya, pompanisasi dilakukan untuk mengambil air dari bawah tanah yang kemudian disalurkan menggunakan pipanisasi. Teknisnya, pipanisasi itu dibagi dalam beberapa cabang sehingga memungkinkan semakin banyak sawah yang mendapatkan pasokan air atau hanya memberikan bantuan pompa.

"Kemudian ada pemeliharaan jaringan bersama TNI, supaya ada air jatuh bisa masuk ke areal pertanian," ucapnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, pada tahun ini Provinsi Jawa Barat menargetkan produksi 12,6 juta ton Gabah Kering Giling. Dalam realisasinya dibagi dalam tiga fase. Pada fase Januari-April itu mencapai 5 juta ton, Mei-Agustus 4 juta ton dan September-Desember sebanyak 3 juta ton.

"Konfigurasi itu ada komanya. Kalau tahun kemarin sudah capai 12,5 jtua GKG, tahun ini ditargetkan 12,6 juta ton GKG," ucapnya..

Saat ini, produksi gabah di Jabar mencapai 9 juta ton. Sekalipun, ancaman kekeringan akan terjadi hingga akhir tahun dirinya meyakini tidak akan berdampak besar. Pasalnya, berdasarkan prediksi BMKG, La Nina yang terjadi pada tahun ini termasuk kategori lemah.

"Jadi, saya yakin tercapai. Sedangkan, untuk bantuan pompa air setiap tahun dibagikan baik dari Kementan, provinsi dan kabupaten/kota," paparnya.


Apps Bisnis.com available on: