Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Juli, Inflasi Jabar 0,01%

Kahfi Selasa, 01/08/2017 16:30 WIB
Juli, Inflasi Jabar 0,01%
Kontribusi pertumbuhan inflasi paling tinggi berasal dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,71%
Reuters

Bisnis.com, BANDUNG- Laju inflasi Propinsi Jawa Barat (Jabar) selama Juli mencapai 0,01%, di bawah tingkat inflasi nasional pada periode sama yang mencapai 0,22%.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, indeks harga konsumen (IHK) yang meliputi tujuh kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan. Indeks harga pada Juni mencapai 127,77, sedangkan pada bulan lalu sebesar 127,78.

Dengan catatan itu, maka laju inflasi secara YtD mencapai 2,75%. Sedangkan inflasi YoY yakni perbandingan Juli tahun ini dengan periode sama tahun lalu sebesar 3,83%.

Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengungkapkan pada periode Juni-Juli, inflasi di Jabar terkendali seiring dengan harga bahan makanan yang juga stabil. Bahkan, dari kelompok bahan makanan terjadi deflasi sebesar 0,3%.

“Sebenarnya kalau bahan makanan ini cukup signifikan terhadap inflasi keseluruhan,” katanya, Selasa (1/8/2017).

Di sisi lain, kontribusi pertumbuhan inflasi paling tinggi berasal dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,71%. Dody menilai gejala itu seiring dengan musim liburan Lebaran dan sekolah, sehingga konsumsi masyarakat malah meningkat di kelompok tersebut.

“Hal itu juga terjadi di kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga dengan tingkat inflasi 0,45%,” tambahnya.

Asisten Direktur Bank Indonesia Jabar Darjana mengungkapkan dengan catatan statistik tersebut, inflasi Jabar terlihat cukup stabil. Hal itu, katanya, akan berimbas kepada stabilitas nilai rupiah, pergerakan harga, hingga kepada pertumbuhan.

“Dampak terakhirnya akan terlihat pada PDB,” singgungnya.

Apps Bisnis.com available on: