Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 24 Oktober 2017

Tingkatkan Sinergi, BPD Selenggarakan Focus Group Discussion GRC

Ajijah Minggu, 23/07/2017 14:25 WIB
Tingkatkan Sinergi, BPD Selenggarakan Focus Group Discussion GRC
FGD ASBANDA bertema Good Corporate Governance (GCG), Risk and Compliance (GRC)
Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) mengadakan Forum Group Discusion dengan tema Good Corporate Governance (GCG), Risk and Compliance (GRC), Senin (17/7/2017).

Forum Group Discusion (FGD) yang digelar sebagai tindak lanjut dari Program Transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD), ini turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif ASBANDA Wimran Ismaun, Perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agus Mulyana selaku Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko bank bjb serta perwakilan dari BPD seluruh Indonesia.

Direktur Eksekutif Asbanda Wimran Ismaun dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antar-BPD dalam menerapkan GCG, Risk and Compliance.

"Selain itu sebagai suatu bentuk dalam melanjutkan workstream GCG,” katanya dalam rilis yang diterima Bisnis, Minggu (23/7/2017).

Sementara Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko bank bjb Agus Mulyana menambahkan BPD harus mengembangkan mindset, mindset lokal harus dikembangkan menjadi mindset global.

"BPD harus bersinergi, harus besar, kuat dan lincah dalam memaksimalkan berbagai peluang," katanya.

Menurut Agus Mulyana terdapat tiga permasalahan pokok yang melatarbelakangi program Transformasi BPD. Pertama, lemahnya GCG, kedua rendahnya daya saing, dan ketiga
keterbatasan modal.

"Oleh karena itu, kami sangat memahami pentingnya sebuah transformasi dan mendukung penuh terimplementasinya Program Transformasi BPD. Oleh sebab itu perlu komitmen bersama antar BPD agar dapat meningkatkan kinerja, ketahanan pembangunan ekonomi daerah serta akan memperkuat ketahanan industri perbankan nasional.”

Agus juga menyebutkan terdapat beberapa hal yang menjadi fokus bank bjb dalam penguatan GRC di antaranya evaluasi dan penyempurnaan kebijakan GCG, penyusunan arsitektur kebijakan. penyempurnaan whistle blowing system, keberlanjutan perusahaan, penguatan unit pengendalian gratifikasi dan LHKPN serta penyempurnaan kebijakan dan pedoman penerapan tata kelola terintegrasi dan manajemen risiko terintegrasi.

Total aset BPD pada Triwulan I 2017 tercatat Rp586,6 triliun merupakan suatu kekuatan yang sangat besar dalam perbankan nasional, sehingga perlu dibarengi oleh GCG yang baik.

Perihal bank bjb sendiri, bank yang memiliki kode saham BJBR ini memiliki total aset sebesar Rp98,1 triliun dan berkontribusi sebesar 17% terhadap total aset BPD pada Triwulan I 2017.

Sebagai BPD terbesar dengan jaringan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia dan saat ini berada pada posisi 14 dari total 118 bank di Indonesia, bank bjb sangat memahami pentingnya sebuah transformasi dan mendukung penuh terimplementasinya Program Transformasi BPD. 

Mindset, culture, keterbukaan, transparansi, profesionalisme, lembaga yang kuat serta berdaya saing, telah dibangun sejak lama dan menjadi sebuah milestone transformasi bank bjb.

Dalam perjalanannya bank bjb terus melakukan perbaikan yang berkelanjutan untuk menjadi bank yang lebih terbuka, transparan, profesional, berdaya saing dan juga memiliki ketahanan kelembagaan yang tinggi melalui kekuatan permodalan.

Apps Bisnis.com available on: