Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 24 Oktober 2017

Bisnis Moncer, BJB Bantu Dirikan Rumah Layak Huni

Kahfi Kamis, 20/07/2017 12:45 WIB
Bisnis Moncer, BJB Bantu Dirikan Rumah Layak Huni

Bisnis.com, BANDUNG- Sejalan dengan kinerja positif Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau BJB, perusahaan pelat merah milik daerah itupun menggenjot program perbaikan rumah tidak layak huni di daerah Serang, Banten.

Program tersebut merupakan kerjasama antara perusahaan dengan pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Serang, Banten. Sebagai program tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsbility), BJB menyasar kebutuhan masyarakat yang pokok di wilayah operasional perusahaan.

Berlokasi di Lapangan Villa Ando, Kp. Batukuwung Desa Batukuwung, Kec. Padarincang, Kab. Serang, Banten, program perbaikan rumah tidak layak huni itu disaksikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Direktur Keuangan Bank BJB Nia Kania. Terdapat sebanyak 98 rumah yang dicakup program tersebut.

Nia mengungkapkan rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar dari tiap keluarta. Akan tetapi, katanya, bukanlah hal yang mudah bagi sebagian besar masyarakat yang tergolong kurang mampu atau prasejahtera.

“Karena itu diperlukan peran dari berbagai pihak untuk bergotong royong dalam mewujudkan rumah yang layak huni bagi masyarakat prasejahtera, dengan tujuan menciptakan rasa nyaman, tentram dan membiasakan hidup sehat bagi penghuninya,” katanya seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (20/7).

Di sisi lain, hingga saat ini BJB merupakan salah satu institusi perbankan yang mempunyai kinerja positif. Sejauh ini, BJB menempati peringkat ke-14 bank terbesar dari 118 bank yang ada di indonesia.

“Artinya bahwa semakin besarnya bank bjb, semakin besar pula tanggung jawab kepada lingkungan, khususnya di lingkungan Provinsi Banten,” simpul Nia.

Pada periode kuartal pertama tahun ini, BJB mencatatkan kinerja pertumbuhan kredit sebesar 13,6% year on year (y-o-y). Total kredit yang disalurkan mencapai Rp. 62,7 triliun, yang mendongkrak semua segmen kredit.

Pada saat bersamaan, BJB berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) di level 1,62% atau jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 2,84%. Catatan yang positif ini membawa laba bersih BJB naik menjadi sebesar Rp. 446 miliar.

Dari sisi penguatan jaringan bisnis, BJB hingga kuartal pertama tahun ini telah melebarkan sayap dengan mendirikan cabang baru. Kantor cabang anyar itu antara lain Sumbersari Bandung dan Patrol Indramayu, sehingga total jaringan pelayanan tercatat sebanyak 2.154 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Alhasil, BJB pada tahun inipun optimistis menorehkan hasil positif seiring luasnya cakupan bisnis. Sebagai catatan, pada triwulan pertama tahun ini, BJB berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp. 78,16 triliun.

Kondisi tersebut merupakan kelanjutan yang positif buat perusahaan pelat merah milik daerah tersebut. Pada tahun lalu, BJB menorehkan pertumbuhan aset, kredit, dan DPK masing-masing sebesar 15,36%, 15.43%, dan 16,10%.

Kinerja pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan rata-rata industri perbankan nasional. Sebangun dengan catatan positif tersebut, laba komprehensif perusahaan melonjak hingga dua kali lipat, dari Rp1,37 triliun pada 2015, menjadi Rp2,74 triliun selama tahun lalu.

Apps Bisnis.com available on: