Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 26 Juli 2017

Perda RTRW Kereta Cepat Ditargetkan Tuntas 2018

Hedi Ardia Selasa, 18/07/2017 11:10 WIB
Perda RTRW Kereta Cepat Ditargetkan Tuntas 2018
Ilustrasi, model kereta cepat produksi China
Antara

Bisnis.com, NGAMPRAH - Pemkab Bandung Barat menargetkan revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah Walini Kecamatan Cikalongwetan tuntas pada Maret 2018. Meski begitu, secara prinsip proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dianggap tidak bertentantangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Bandung Barat Maman S Sunjaya mengungkapkan, upaya perubahan Perda RTRW ini sudah diusulkan dan masuk dalam pembahasan bersama DPRD Kabupaten Bandung Barat. Diharapkan, pembahasan perda tersebut bisa selesai sesuai sesuai target.

"Secara prinsip dasar tidak bertentangan dengan adanya Kereta Cepat, tapi memang harus direvisi karena RTRW saat ini masih bersifat umum," katanya, saat dikonfirmasi, Bisnis, Selasa (18/7/2017).

Perda tersebut nantinya akan membahas secara lebih komprehensif mengenai penataan wilayah di kawasan itu. Sejauh ini, sejumlah rencana pembangunan yang akan dilakukan antara lain kawasan pendidikan, kesehatan, peternakan dan yang lebih penting menjadi pusat transit oriented development (TOD) Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Agar perda itu sesuai dengan aturan yang lebih tinggi, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi tentang penataan RTRW di kawasan Cikalongwetan. Tak hanya itu, pemda pun perlu memantau perkembangan pembangunan proyek itu.

"Untuk memuluskan rencana revisi soal RTRW ini, kami berkoordinasi secara intensif dengan pihak terkait," ungkapnya.

Maman berharap, dengan hadirnya Kereta Cepat dengan pengembangan wilayah strategis di Cikalongwetan, dapat mendorong roda perekonomian yang semakin baik sehingga warga sekitar akan mendapatkan dampak positif.

"Termasuk kunjungan ke KBB akan lebih banyak. Sehingga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk pada kas daerah," ujarnya.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan Kereta Cepat masih terfokus pada pembangunan di area yang benar-benar sudah berizin yakni di Perkebunan Teh Mandalawangi Maswati milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Dari luas total perkebunan teh yang mencapai 2.800 hektare, sebanyak 1.270 hektare di antaranya akan dijadikan untuk pengembangan kawasan lokasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Apps Bisnis.com available on: