Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 24 November 2017

KTNA Minta Infrastrukur Pertanian Segera Diperbaiki

Hedi Ardia Senin, 17/07/2017 17:22 WIB
KTNA Minta Infrastrukur Pertanian Segera Diperbaiki
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, SOREANG - Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bandung meminta pemerintah daerah agar segera memperbaiki infrastruktur yang rusak terutama di daerah yang memiliki sumber air yang bagus.

Ketua KTNA Kab Bandung Nono Sambas mengungkapkan, saat ini musim kemarau belum terlalu berdampak kepada kondisi pertanian. Tapi, sejumlah langkah antisipatif dalam menghadapi musim kemarau berkepanjangan dan sulit mendapatkan air harus dilakukan.

"Sejauh ini air dari irigasi teknis atau setengah teknis dan infrastrukturnya masih bagus tidak ada masalah, tetapi ada sumber air tapi infrastruktur rusak itu jadi masalah. Apalagi tidak ada hujan itu lebih repot lagi," katanya, kepada wartawan, Senin (17/7/2017).

Menurutnya, daerah pertanian yang rawan kekeringan berada di Cicalengka. Saat ini relatif belum kering lama sekali. Selain itu, tata ruang harus diperbaiki, regulasi dijalankan dengan baik.

Permasalahan lainnya, produksi pertanian di Kab Bandung terancam semakin mengalami penurunan akibat lahan pertanian yang terus menyusut seiring dengan adanya alihfungsi lahan menjadi perumahan, jalan tol dan lain-lain. Apabila terus dibiarkan, sektor pertanian sulit diandalkan untuk memenuhi kebutuhan domestik akan pangan.

"Pemerintah baik pusat dan daerah harus menunjukan komitmennya agar sektor pertanian tetap bisa diandalkan dalam memenuhi kebutuhan pangan warganya sendiri," ucapnya.

Sementara itu, petani padi di Kecamatan Bojongsoang mengaku khawatir dengan musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini bisa membuat gagal panen. Berdasarkan pengalaman sebelumnya setiap musim kemarau berlangsung selalu terjadi gagal panen. Selain itu, hama tikus yang merusak padi membuat produktifitas sawah menjadi berkurang.

Salah seorang petani, Odih (50), mengaku setiap musim kemarau berlangsung kondisi sawah menjadi kering. Ditambah katanya, hama tikus yang merusak sawah membuat padi yang tumbuh menjadi berkurang.

Polusi kendaraan serta debu yang bertebaran di dekat area sawah. Dari area sawah seluas 1.000 tumbak yang ditanami padi hanya sekitar 50% saja yang berhasil dipanen. Sementara sisanya gagal panen. Kondisi tersebut dinilainya sebagai kondisi yang tidak normal.

Apps Bisnis.com available on: