Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 26 Juli 2017

Asinnya Garam Bisa Lumpuhkan Industri

Hedi Ardia Rabu, 12/07/2017 17:20 WIB
Asinnya Garam Bisa Lumpuhkan Industri
Ilustrasi
Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) memprediksi akan banyak industri nasional yang membutuhkan garam berhenti produksi akibat mereka kesulitan garam. Hal ini disebabkan sikap pemerintah yang tutup mata terhadap kelangkaan garam nasional.

Sekretaris AIPGI Cucu Sutara mengungkapkan, banyak industri turunan termasuk industri CAP (chlor alkali plant) seperti untuk pembuatan kaca hingga plastik yang bergantung pada garam. Dengan kondisi kelangkaan garam, industri tersebut akan terdampak.

Belum lagi kebutuhan garam konsumsi nasional yang jumlahnya mencapai 750.000 ton tiap tahun. Persoalannya akan berdampak pada sisi ekonomi dan kesehatan. Untuk garam konsumsi, bertahun-tahun pemerintah bertekad penyediaan garam beryodium guna mencegah penyakit gondok, cebol hingga memacu peningkatan kapasitas otak.

“Sektor ekonomi sebentar lagi akan banyak industri yang akan gulung tikar. Karena garam ini tidak ada penggantinya. Pemeirntah harus segera mengambil langkah untuk mengantisipasinya,” kataya, kepada wartawan, Rabu (12/7/2017).

Garam langka karena 2016 gagal panen akibat La Nina yang ekstrim. Saat cuaca bagus pun masih kekurangan garam karena luas lahan garam nasional 26.024 ha dengan produktifitas satu hektar 70 ton.

"Maksimum hanya 1,8 juta ton setiap ton. Sementara kebutuhan kita dari sisi industri dibutuhkan sampai 2,05 juta ton untuk CAP dan kertas. Belum termasuk konsumsi rumah tangga dan industri lainnya membutuhkan 2,183 juta ton," paparnya.

Apps Bisnis.com available on: