Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 24 Oktober 2017

Pengusaha Jabar Butuh Data Terintegrasi

Hedi Ardia Senin, 19/06/2017 18:02 WIB
Pengusaha Jabar Butuh Data Terintegrasi
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Kalangan pengusaha di Jawa Barat mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat agar menyempurnakan sistem aplikasi yang dapat memudahkan peningkatan ekspor dan pengendalian impor sehingga mendongkrak daya saing Indonesia di era pasar bebas.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri, Investasi, Promosi, dan Perdagangan Kadin Jabar Yusuv Suhyar mengatakan, sejauh ini Jawa Barat belum memiliki aplikasi PEPI (Peningkatan Ekspor dan Pengendalian Impor) seperti yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur yang konon katanya banyak menawarkan berbagai kemudahan bagi pengusaha.

"Prinsip dasar kami membutuhkan data base yang bisa diakses langsung tanpa hambatan. Kenapa jabar belum punya seperti itu. Kami mendorong agar Jabar pun bisa," katanya, kepada Bisnis, Senin (19/6/2017).

Aplikasi PEPI yang digagas Jawa Timur diklaim sebagai aplikasi teknologi informasi berbasis online yang berfungsi mengendalikan, mengawasi dan melaporkan secara real time aktivitas ekspor dan impor. Menu-menu dalam aplikasi ini diantaranya data ekspor-impor, dimana terdapat jumlah transaksinya, komposisinya, trendnya, 10 besar barang yang diekspor maupun diimpor, dan negara tujuan ekspor dan impor tersebut, seluruhnya ditampilkan secara apik melalui grafis pie chart maupun diagram chart.

Menu lainnya adalah monitoring ekspor-impor yang bisa melihat perkembangan ekspor-impor barang secara spesifik dan periodik, nilai transaksi, dan prosentase perbandingan barang, aplikasi ini juga bisa melihat perusahaan mana yang melakukan ekspor impor barang tersebut. Menu andalan lainnya adalah Perijinan dan Uji Petik, ini digunakan untuk mengetahui dan mengawasi barang-barang impor yang masuk.

"Jawa Barat hanya punya program pengendalian secara langsung yang mungkin berbeda dengan daerah lain. Jabar sudah ada bergerak seperti operasi pasar untuk mengetahui kendala ekspor dan impornya. Kami dunia usaha terus mendorong disempurnakan," ucapnya.

Selama ini, lanjutnya, pengusaha Jawa Barat hanya memanfaatkan National Single Window (NSW) untuk memantau arus barang yang berlaku nasional yang memungkinkan pengusaha tidak melakukan kontak dengan birokrat dalam memuluskan pengiriman barang produksinya.

Berdasarkan data BPS Jawa Barat, nilai ekspor  Jawa  Barat April  2017 mencapai US$2,24 miliar, turun sebesar 10,20% dibanding Maret 2017 yang mencapai US$ 2,49 miliar.

Ekspor nonmigas April 2017 mencapai US$2,22 miliar, turun 9,95% dibanding Maret 2017 yang mencapai US$2,47 miliar. Sementara ekspor migas turun hingga 37,31% dari US$22,46 juta menjadi US$14,08.

Apps Bisnis.com available on: