Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 24 Oktober 2017

Jelang Lebaran, Harga Kepokmas Stabil

Hedi Ardia Senin, 19/06/2017 13:25 WIB
Jelang Lebaran, Harga Kepokmas Stabil
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung jelang lebaran tahun ini telah kembali stabil.

Setidaknya hal itu gambaran yang didapat usai melakukan sidak ke Pasar Kordon, Kiaracondong Bandung dan pasar modern yang dilakukan Disperindag Jawa Barat bersama Badan POM pada Senin (19/6/2017) pagi.

"Harga bawang putih sudah turun jadi Rp40.000 per kg. Tak hanya itu, kami juga pantau perkembangan harga komoditas lainnya seperti telur, ayam, dan cabai merah besar mengalami kenaikan diatas Harga Eceran Tertinggi (HET)," kata Kepala Disperindag Jawa Barat, Hening Widiatmoko, kepada wartawan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu berlebihan saat berbelanja kepokmas melainkan sesuai kebutuhan. Karena transaksi yang berlebihan akibat kekhawatiran kehabisan stok jelang lebaran hanya akan meyebabkan harga kian melonjak.

Pemerintah sudah memastikan suplai tersedia dan persediaan pun mencukupi. Tak hanya itu, pemerintah pun telah mengantisipasi kelangkaan komoditas dengan adanya percepatan distribusi.

Dia menyebutkan, saat ini harga ayam potong dibanderol harga Rp36.000 per kg dan telur ayam Rp22.000 per kg serta cabai merah besar yang sempat mencapai harga Rp69.000 kini dikisaran Rp40.000 per kg.

"Untuk cabai merah itu memang karena tingginya konsumsinya, tapi untuk komoditas lainnya stabil, terutama ayam masih aman, kalau harganya sudah Rp38.000 itu sudah warning. Apalagi kalau sudah sampai Rp40.000," ucapnya.

Selain menyidak beberapa komoditas inti, Disperindag juga mewanti-wanti beberapa pedagang makanan olahan, seperti sosis, bakso dan nugget yang mejajakan barangnya di udara terbuka. Padahal, agar sesuai standar layak konsumsi makanan tersebut harus dikonsumsi setelah penyimpanan dalam frezzer dengan temperatur -18 derajat celsius.

"Kalau gini makanan akan cepat rusak dan dikhawatirkan masyarakat sebagai konsumen yang dirugikan," ujar dia.

Apps Bisnis.com available on: