Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 21 Agustus 2017

Hidup Di Pedesaan Bisa Kurangi Risiko Kanker?

Ilham Budhiman Senin, 12/06/2017 08:40 WIB
Hidup di Pedesaan Bisa Kurangi Risiko Kanker?
Ilustrasi
Daily Mail

Bisnis.com, BANDUNG - Para peneliti menyatakan bahwa hidup di pedesaan bisa mengurangi risiko kematian akibat penyakit kanker hingga mencapai 29 persen.

Dilansir Daily Mail, hasil dari sebuah penelitian terbaru di British Journal of General Practice tersebut mengklaim penderita kanker lebih mungkin untuk bertahan hidup jika mereka tinggal di pedesaan.

Alasan itu didasari karena faktor lingkungan seperti dikelilingi pepohonan dan ladang yang baik bagi seseorang. Menurut peneliti, hal itu memungkinkan gejala dapat ditangani dengan cepat.

Selain itu, para peneliti juga mengisyaratkan bahwa mereka yang tinggal jauh dari daerah perkotaan lebih cenderung bisa menikmati hidup, faktor yang diketahui dapat meningkatkan harapan hidup seseorang.

Untuk penelitian tersebut, para peniliti menilai 926 pasien kanker usus yang menjadi salah satu bentuk penyakit yang paling umum.

Mereka membandingkan tingkat kelangsungan hidup orang-orang yang tinggal di perkotaan dengan mereka yang berbasis di pedesaan.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa pasien di pedesaan lebih mungkin bertahan lama ketimbang pasien perkotaan. Kendati demikian, ada beberapa hal yang menjadi penghalang yakni akses perjalanan yang mempengaruhinya.

Peneliti Universitas Sheffield sebelumnya menemukan bahwa tinggal jauh dari rumah sakit meningkatkan risiko kematian. Hal itu bisa menjadi mimipi buruk untuk sang pasien.

Peneliti dari Universitas Aberdeen, Peter Murchie, yang terlibat dalam penelitian terkait efektifitas pedesaan bagi penderita kanker menambahkan kenyataan yang didapatkan dari penelitiannya.

"Telah ada beberapa makalah selama bertahun-tahun dan hampir secara universal mereka menemukan bahwa di daerah pedesaan hasilnya lebih buruk," katanya.

"Sifat hubungan dengan dokter umum berbeda di daerah pedesaan, Anda lebih mungkin mengenalnya secara sosial dan itu dapat membantu atau menghalangi tergantung pada gejala," sambungnya.

Kendati demikian, penelitian lainnya sependapat bahwa hidup jauh dari perkotaan sangat baik untuk mengurangi risiko kematian hingga mencapai 12 sampai 16 persen.

Peneliti Harvard University menemukan bahwa mereka yang tinggal di kota memiliki tingkat kematian 12 persen lebih tinggi daripada mereka yang hidup di pedesaan yang asri.

Sementara hal lain dari sebuah studi Friends of the Earth yang didanai oleh Eropa menunjukkan bahwa alam bebas di luar rumah memiliki manfaat bagi wanita hamil.

"Mereka yang tinggal di dekat pohon dan ladang terbuka, diperkirakan bisa melahirkan anak-anaknya secara lebih sehat," tulis hasil peneliti.

Apps Bisnis.com available on: