Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 12 Desember 2017

Pemda Gagal Jadikan Properti Lokomotif Ekonomi

Hedi Ardia Jum'at, 19/05/2017 11:50 WIB
Pemda Gagal Jadikan Properti Lokomotif Ekonomi
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Kalangan pelaku usaha properti di Jawa Barat menilai pemerintah provinsi gagal menangkap peluang dan memaksimalkan potensi yang ada termasuk keberadaan industri properti yang bisa menggerakkan perekonomian daerah.

Pelaku usaha properti Jawa Barat Hari Raharta menyatakan, perumahan sebagai lokomotif ekonomi tidak dimanfaatkan dengan baik. Padahal di sektor perumahan bisa mengerakkan 174 industri ikutan. Kegagalan memahami pentingnya properti itu terlihat dari masih rumitnya perizinan.

"Memang pusat ada penyederhanaan perizinan dari 700 hari untuk sebuah izin menjadi 44 hari. Pelaksanaannya pemda tidak menyadari hal itu sehingga masih ada yang 350 hari bahkan masih dianggap sumber pemasukan. Padahal seharusnya, berpikirnya dari NJOP setelah perumahan itu masuk," katanya, saat menjadi pembicara pada Diskusi Mengenai Ekonomi Jabar, Jumat (19/5/2917).

Pemerintah tidak lagi menjadikan perizinan sebagai sumber pendapat asli daerah (PAD). Karena ketika perumahan itu sudah berdiri, maka akan ada kenaikan drastis pada Nilai Jual Objek Pajak (JNOP) yang sebelumnya Rp100.000 bisa menjadi Rp400.000.

Menurutnya, Jabar merupakan provinsi yang paling banyak industri. Dengan kata lain bisa dilihat pula bahwa perumahan di Jabar menjadi sektor riil yang tertinggal. Saat ini backlog nasional itu mencapai 14 juta unit dengan 45% diantaranya berada di Jabar.

"Katanya sandang, pangan dan papan ada di undang-undang. Tapi, masalah papan ini belum jadi perhatian serius juga," ucapnya.

Banyak kemudahan dalam rangka pemenuhan perumahan yang diberikan pusat tapi tidak ditangkap oleh daerah. Program 1 juta rumah bukan untuk pusat, tapi di daerah dan Jabar terbesar. Dalam praktiknya banyak kendala yang dihadapi pelaku usaha. Ke depan, pemerintah harus menjadikan pengembang sebagai partner.

"Seharusnya pengusaha yang telah lama membantu itu ditanya apa kendalanya juga. Oleh karenanya wajar apabila dalam pemilihan gubernur, perumahan akan menjadi isu seksi," paparnya.

Apps Bisnis.com available on: