Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 22 November 2017

Menkeu Sri Mulyani Paparkan Kondisi Ekonomi Indonesia Dan Global Dalam Kuliah Umum Di ITB

Agnes Savithri Jum'at, 24/03/2017 19:32 WIB
Menkeu Sri Mulyani Paparkan Kondisi Ekonomi Indonesia dan Global dalam Kuliah Umum di ITB
Menkeu Sri Mulyani
Reuters

Bisnis.com, BANDUNG—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Bandung, Jumat sore (24/3).

Dalam kuliah umum tersebut, Sri Mulyani memberikan pemaparan seputar perekonomian baik di Indonesia maupun secara global. Sebagai pembukaan, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memjelaskan kondisi perekonomian Indonesia dan global pasca menghadapi krisis global di 2009.

“Pada masa setelah krisis, antara 2010-2012, para negara berkembang mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Termasuk Indonesia salah satunya. Indonesia berhasil melakukan perbaikan dengan mengalami pertumbuhan PDB menjadi 6,2 di 2010  setelah sebelumnya di 2009 ada di angka 4,6,” paparnya, Jumat (24/3) di Bandung.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini kembali melanjutkan, pada masa pemulihan banyak negat yang memberikan stimulus. Namun, sayangnya ekonomi tidak bisa terus menerus mengandalkan stimulus.

Pasalnya, jika ekonomi hanya mengandalkan stimulasi maka jumlah beredar menjadi terlalu banyak.

“Ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan stimulasi. Nantinya, jumlah uang beredar terlalu banyak, fiskal menjadi tidak benar, tidak hanya itu. Utang pun bertambah dan defisit sehingga pertumbuhan negara pun menjadi negatif,” terangnya.

Stimulasi terus menerus sehingga membuat seluruh negara kehabisan negara ini akhirnya membuat perlambatan.

“Perlambatan ini berdampak pada tingkat permintaan yang berkurang drastis, padahal di sisi supply mengalami kelebihan. Inilah yang membuat harga jatuh. Negara-negara yang berbasis komoditas langsung terkena dampak. Commodities shock. Maka dari itu, pada 2013 negara berbasis komoditas seperti Rusia, Brasil, Afrika Selatan, Angola, dan Nigeria mengalami perlambatan permintaan, bahkan tidak sedikit yang defisit pertumbuhan,” paparnya.

Maka itu, Sri Mulyani menekankan diversifikasi ekonomi sangat penting untuk perekonomian negara agar memiliki alternatif produk.

Apps Bisnis.com available on: