Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 28 April 2017

Soal Kawasan Industri Halal, Jabar Akan Lihat Jakarta

Hedi Ardia Senin, 20/03/2017 16:24 WIB
Soal Kawasan Industri Halal, Jabar Akan Lihat Jakarta
Ilustrasi

Bisnis.com, BANDUNG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menyambut baik rencana pembuatan kawasan industi zona halal. Pasalnya, hal itu akan membuat produk Indonesia semakin mudah diterima di sejumlah negara muslim. Tentu saja, penyempurnaan aturan masih perlu dilakukan.

Ketua Apindo Jawa Barat Deddy Widjaya mengatakan, sebelumnya zona halal di kawasan industri diterapkan di Jabar, pihaknya akan terlebih dahulu melihat hasil yang dilakukan oleh DKI Jakarta dalam hal ini PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP).

"Kita lihat saja dalam setahun setelah mereka menerapkannya. Kalau berhasil tinggal kita ikuti saja. Karena itu sudah menjadi hukum bisnis setiap ada peluang bisnis pasti diikutin," katanya, kepada Bisnis, Senin (20/3/2017).

Dirinya melihat Indonesia akan sangat diuntungkan sekali apabila membuat kawasan industri halal terlebih selama ini dikenal sebagai negara muslim terbesar di dunia. Hal itu ditunjang dengan jalinan diplomasi yang baik dengan sejumlah negara muslim lainnya.

Dengan begitu, peluang produk Indonesia bisa diterima negara lain sangatlah mudah terutama sesama negara muslim. Meski begitu, ada beberapa hal yang mesti diperbaiki agar sertifikat halal yang dikantongi pengusaha lokal juga diakui oleh negara tujuan ekspor.

Arab Saudi memiliki asosiasi produk halal seluruh dunia. Hanya, mereka tidak diakui oleh MUI. Sehingga ini akan merepotkan pengusaha domestik apabila hendak mengekspor ke negara lain karena harus mempunyai sertifikat negara setempat.

"Ketika kita tidak mengakui sertifikat halal mereka, sudah pasti mereka juga akan membalasnya juga dong," ucapnya.

Apabila isu halal ini akan diberlakukan untuk seluruh produk, maka sebaiknya Indonesia bergabung dalam asosiasi halal internasional. Dengan cara seperti itu, pengusaha tidak akan direpotkan oleh biaya yang doubel dan waktu yang tidak efisien.

"Sesama institusi penerbit sertifikat halal harus memiliki kepercayaan yang sama. Kalau percaya harus saling mengakui. Kalau itu bisa berjalan akan bagus sekali karena yang diuntungkan produsen Indonesia karena produknya lebih banyak," paparnya.

Apps Bisnis.com available on: