Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 26 Mei 2018

Kemenhub Siap Operasikan 25 Jembatan Timbang Di Seluruh Indonesia

Puput Ady Sukarno Senin, 13/03/2017 19:42 WIB
Kemenhub Siap Operasikan 25 Jembatan Timbang di Seluruh Indonesia
Petugas dari Dinas Perhubungan memeriksa tonase truk di Jembatan Timbang, Losarang, Indramayu, Jawa Barat
Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan segera mengoperasikan sedikitnya 25 jembatan timbang di sejumlah wilayah di Indonesia pada pertengahan April 2017 sebagai salah satu upaya menekan pelanggaran muatan berlebih maupun dimensi berlebih dalam penyelenggaraan angkutan barang di Tanah Air.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto mengatakan bahwa permasalahan muatan berlebih (over load) dan dimensi berlebih (over dimension) merupakan dua permasalahan pokok yang sudah menahun dalam penyelenggaraan angkutan barang di jalan raya.

Pihaknya mengakui bahwa persoalan overload sudah sangat kelihatan lantaran juga faktor belum maksimalnya operasional ratusan jembatan timbang yang ada di sejumlah titik di Indonesia selama ini.

Namun demikian, seiring dengan adanya undang-undang No.23/2014, di mana awal 2017 seluruh operasional jembatan timbang dan terminal tipe A menjadi tanggungjawab Kementerian Perhubungan, maka pihaknya menegaskan akan memastikan keberadaan jembatan timbang berjalan semestinya.

"Jembatan timbang sementara ini kita stop operasi untuk kita konsolidasi dan inventarisasi. Insyaallah pertengahan April tahun ini akan mulai beroperasi kembali dan diresmikan oleh Pak Menteri Perhubungan," ujarnya disela Deklarasi Truk Pelopor Keselamatan Berlalulintas di Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Senin (13/3).

Menurutnya dari sebanyak 141 jembatan timbang se-Indonesia, saat ini banyak yang dinilai mubazir sehingga ke depan hanya akan difokuskan kepada 25 jembatan timbang yang ada beberapa titik di Tanah Air.

Katanya, dari 25 jembatan timbang itu, sebanyak 9 diantaranya akan difokuskan sebagai pilot project, sehingga apa yang diharapkan maksimal dalam pelayanan dapat terwujud dengan baik.

"Persoalan lain adalah over dimensi, kelihatan sekali penambahan ruang dimensi. Truknya hanya dua sumbu tapi panjangnya kayak galah, kasihan pengemudi juga kalau jalan," tegasnya.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya juga mengaku tidak bisa menyelesaikan permasalahan itu sendirian dan harus melibatkan sejumlah stakeholder dalam dunia transportasi.

"Overload dan over dimensi menjadi perhatian pemerintah demi keselamatan di jalan raya, dan pembenahannya perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu. Tidak bisa hanya mengandalkan jembatan timbang," ujar Pudji.

Truk Pelopor

Oleh sebab itu, Kementerian Perhubungan bersama Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) mendeklarasikan truk pelopor keselamatan berlalu lintas sebagai salah satu wujud upaya menekan tingginya jumlah kecelakaan yang melibatkan armada truk akibat overload maupun overdimensi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto mengatakan bahwa permasalahan pelanggaran over load dan over dimensi bukan lagi menjadi permasalahan transportasi semata, melainkan sudah memiliki dimensi sosial-ekonomi.

Termasuk mulai dari hulu (mulai kendaraan barang itu lahir, kawasan-kawasan produksi dan sentra kegiatan yang tersebar dan kurang terstruktur) sampai hilir (muatan lebih, over dimensi, truk-truk berusia tua, muatan balik tidak ada, dll).

“Untuk mengurai permasalahan ini diperlukan peran serta berbagai kementerian / lembaga serta stakeholders terkait,” ujarnya.

Menurutnya salah satu upaya mewujudkan keselamatan berlalulintas angkutan barang adalah dengan mentaati dan patuh pada peraturan yang ditetapkan, yakni jumlah barang yang dimuat sesuai dengan Jumlah Berat yang di-Ijinkan (JBI) sebagaimana tertera pada buku uji kir, serta para pengemudi mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, dimensi dan daya angkut kendaraan, serta kelas jalan yang dilaluinya.

Menhub berharap agar deklarasi truk pelopor keselamatan berlalulintas ini dapat menjadi awal untuk memulihkan dan meningkatkan pelayanan angkutan barang di jalan secara bersama-sama agar lebih profesional dan efisien.

"Melalui pencanangan komitmen bersama para crew angkutan barang, saya harap dapat memberikan pelayanan yang terbaik dengan mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo mengaku menyambut baik deklarasi truk pelopor keselamatan berlalulintas yang dimaksudkan untuk mengajak para pengusaha angkutan, pengemudi dan lainnya untuk sadar akan pentingnya keselamatan dan kenyamanan dalam penyelenggaraan angkutan barang dijalan.

Bahkan, pihaknya juga sudah menghadirkan aplikasi yang dapat memantau pergerakan armada truk yang keluar masuk pelabuhan yang dapat diakses seluruh perusahaan anggota Aprindo.

Carmelita Hartoto, Wakil Ketua Umum Bidang Perhubungan Kadin Indonesia mengapresiasi atas dideklarasikannya truk pelopor keselamatan berlalulintas yang dilaunching di Jakarta International Container (JICT) tersebut.

"Tentunya program ini sebagai salah satu wujud konkret seluruh stakeholder transportasi nasional dalam menekan angka kecelakan yang melibatkan truk," uajrnya.

Menurutnya truk yang selama ini dinilai dapat berkontribusi dalam kecelakaan transportasi, sudah sepatutnya memulai untuk memberikan contoh baik dalam berkendara dan mengedepankan keselamatan.

Baginya, dalam keselamatan transportasi, tentunya memiliki banyak aspek, dimulai dari sopir, penumpang, maupun muatan angkutan truk yang diangkut.

"Kita sadari bersama, kondisi truk dalam melayani pengiriman barang kerap mengalami over tonnase. Truk dua sumbu juga kerap mengangkut barang yang jauh lebih panjang dari kemampuan semestinya," ujarnya.

Menurutnya lantaran over tonnase angkutan tersebut maka bakal membuka peluang lebih besar, bagi terjadinya kecelakaan, bahkan membahayakan pengguna jalan lain.

Selain itu, over tonase ini juga akan berdampak pada kondisi jalan menjadi lebih cepat rusak, sehingga harus lebih cepat mengalami perawatan jalan yang pada akhirnya akan lebih membebani keuangan negara.

"Kami berharap deklarasi ini, akan menjadi titik balik dunia transportasi nasional dalam memandang keselamatan bertransportasi," ujarnya.

Menurutnya keselamatan transportasi kini harus dianggap sebagai sebuah kebutuhan yang harus sama-sama diusahakan dan tanggung jawab seluruh para pemangku kepentingan dunia transportasi.

"Disiplin bertransportasi harus menjadi kesadaran penuh dan dikedepankan pada saat ini dan masa mendatang," ujarnya.

Apps Bisnis.com available on: