Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 30 Mei 2017

Yuk Periksa Kesehatan Lewat Mobile Skrining

Hedi Ardia Rabu, 01/02/2017 15:48 WIB
Yuk Periksa Kesehatan Lewat Mobile Skrining
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, CIMAHI - Untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis sejak dini, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Cimahi memperkenalkan layanan mobile skrining. Layanan tersebut merupakan bagian dari penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Cimahi Yudha Indrajaya mengungkapkan, saat ini masyarakat bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrinig riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan mobile BPJS dari sebelumnya harus dilakukan secara manual di Kantor BPJS.

"Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah daftar tinggal mengklik log in dan dapat memilih menu skrining kesehatan," katanya, kepada wartawan, di sela-sela acara Mobile Skrining Day di Aula Gedung B, Pemkot Cimahi, Rabu (1/2/2017).

Selanjutnya peserta akan mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dala keluarga peserta dan pola makan peserta. Semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh haisl skringing riwayat kesehatan pada saat itu pula.

Apabila peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Apabila hasil skringing, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitu, maka akan memperoleh nomor legalisasi dan akan diarahkan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama.

"Apabila terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain seperti hipeertensi, ginjak dan jantung, maka peserta disarankan melakukan konsultasi ke faskes pertama untuk melakukan tindak lanjut," ucapnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, sepanjang 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat peserta JKN-KIS diseluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes terdapat 702.944 peserta beresiko rendah, 36.225 berisiko sedang dan 651 berisiko tinggi," ucapnya.

"Untuk kategori penyakit hipertensi 632.760 peserta berisiko rendah, 104.967 peserta berisiko sedang dan 2.093 peserta berisiko tinggi," ujarnya.

Apps Bisnis.com available on: