Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 09 Desember 2016

Dirjen Pajak Perlu Bangun Sistem Admistrasi Terintegrasi

Hedi Ardia Jum'at, 02/12/2016 17:27 WIB
Dirjen Pajak Perlu Bangun Sistem Admistrasi Terintegrasi

Bisnis.com, BANDUNG - Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak didorong untuk membangun sistem administrasi perpajakan yang terintegrasi. Dengan cara seperti itu, pengamanan pajak diyakini bisa lebih maksimal.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis Yustinus Prastowo mengakui pelaksanaan TA di periode pertama sangat sukses meski sempat ada kekhawatiran. Bahkan, Indonesia menjadi negara dengan rekor deklarasi dan tebusan terbesar di dunia.

"Ada Rp4.000 triliun harta yang dideklarasikan. Uang tebusan itu sudah Rp98 triliun," ujarnya, kepada wartawan, Jumat (2/12/2016).

Hanya, yang menjadi persoalan selama ini ini, Dirjen pajak tidak diberi akses untuk mengetahui potensi Wajib Pajak (WP)nya yang berinvestasi di dalam negeri.

"Uang disimpan dalam bentuk deposito dan saham. Tapi, pajak tidak diberikan akses untuk mendapatkan datanya. Kalau pun ada data gelondngan," ujarnya.

Sehingga, perlu dibangun sistem IT integrated. Pasalnya, kunci pajak adalah data. Kalau data yang data yang dimilikiya akurat dan komprehensif pasti akan jadi duit.

Saat ini, baru 400.000 WP yang ikut TA dan 900 WP baru. Sehingga perlu digaungkan lagi pelaksanaan TA. Terlebih ada penelitian 1% orang Indonesia mengusasai kekayaan 49,3% kekayaan nasional.

Dari periode I hanya 32 orang memayar tebusan diatas Rp100 miliar. Apabila tarif tebusan 2% dikali 50 ada Rp750 triliun harta yang hanya dimiliki 32 orang. Kemudian, hanya 103 orang yang membayar tebusan diatas Rp50 miliar dengan total tebusan Rp25 tiliun.

"Kalau dijumlah lagi hanya 9.000 wajib pajak yang ikut TA sudah membayar tebusan 60%. Artinya, dengan mengawasi 9.000 orang sama dengan mengawasi 60% kekayaan," paparnya

Apps Bisnis.com available on:    
Ayo cek artikel "Writing Contest: Hemat Energi Secara Total" berhadiah hampir Rp100 juta yang lolos seleksi tahap awal di sini! Share artikel favorit Anda dan vote sebanyak-banyaknya!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!