Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 09 Desember 2016

Status Hukum 10 Orang Terduga Makar Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Newswire Jum'at, 02/12/2016 17:42 WIB
Status Hukum 10 Orang Terduga Makar Ditentukan Setelah Pemeriksaan

JAKARTA--Polisi masih memeriksa sepuluh orang, yang hari ini ditangkap karena diduga melakukan permufakatan jahat, di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Sepuluh orang tersebut sudah ditangkap. Masih diperiksa," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan status hukum kesepuluh orang tersebut baru akan diketahui setelah mereka menjalani pemeriksaan 1x24 jam. "Setelah 1x24 jam, baru nanti ditetapkan mereka tersangka atau tidak," ujarnya.

Menurut hasil pemeriksaan sementara, ia mengatakan, polisi menduga mereka berniat memanfaatkan momen aksi Doa Bersama 2 Desember untuk menguasai Gedung DPR/MPR/DPD RI dan bahwa ada komunikasi di antara mereka dalam upaya mewujudkan keinginan tersebut.

"Punya tujuan tidak sejalan, ingin menguasai gedung DPR/MPR. Bisa jadi memanfaatkan momen 212," katanya.

Pada Jumat pagi, aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menangkap 10 orang yang inisialnya masing-masing AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, SB, JA dan RK karena diduga melakukan permufakatan jahat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Kombes Pol Rikwanto mengatakan bahwa delapan di antara mereka ditangkap dengan tuduhan terlibat makar.

Delapan orang itu akan dijerat menggunakan Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 tahun dan maksimal penjara seumur hidup.

"Kalau JA dan RK dikenai pelanggaran Pasal 28 Undang-undang ITE," kata Rikwanto mengacu pada Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Apps Bisnis.com available on:    
Ayo cek artikel "Writing Contest: Hemat Energi Secara Total" berhadiah hampir Rp100 juta yang lolos seleksi tahap awal di sini! Share artikel favorit Anda dan vote sebanyak-banyaknya!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!