Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 09 Desember 2016

STIE Ekuitas Bahas Potensi Pariwisata Halal & Keuangan Syariah

Agne Yasa Rabu, 30/11/2016 20:03 WIB
STIE Ekuitas Bahas Potensi Pariwisata Halal & Keuangan Syariah

Bisnis.com, BANDUNG - Indonesia dengan pendidik muslin terbesar diyakini memiliki potensi pariwisata halal yang besar, namun untuk mengembangkan pariwisata halal perlu usaha yang harus dilakuka semua stakeholder pariwisata di suatu daerah.  

Dosen Manajemen Pemasaran Pariwisata UPI Rini Andari mengungkapkan potensi atau prospek pariwisata halal di Indonesia sangat luar biasa.

"Potensinya sangat luar biasa bagi Indonesia dengan penduduk muslim terbanyak,  seharusnya lebih peka dengan fenomena pariwisata halal tapi sekarang masih diusahakan dalam tahapan strategis bagaimana bisa mewujudkan pariwisata halal yang lebih baik lagi," ujar Rini ketika ditemui Bisnis usai menjadi pembicara di Seminar Ekonomi Syariah Halal Tourism Prospek dan Tantangan di Kampus STIE Ekuitas Bandung pada Rabu (30/11/2016).

Dia mengatakan sebetulnya pariwisata halal sama dengan pariwisata pada umumnya, pembedanya adalah dimana provider atau penyedia jasa pariwisata harus bisa lebih memperhatikan aspek  dan juga fasilitas yang diperlukan oleh muslim traveler ketika dia melakukan kegiatan wisata sehingga wisatawan muslim tersebut merasa nyaman ketika melakukan kegiatan wisata.

"Agar muslim traveler ini masih  tetap bisa melakukan kewajibannya sebagai muslim, mereka perlu sholat, makan-makanan yang halal, mereka punya keamanan atau  garansi bahwa makanan yang mereka makan itu halal," ungkapnya.

menurutnya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia dalam mengembangkan pariwisata halal yaitu branding dan promosi, sertifikasi, serta aksesibilitas.

"Tantangannya Indonesia lack of branding, masih kalah dari sisi promosi dengan negara lain karena memang kalau dilihat dari bujet, negara lain punya  bujet yang tinggi, sedangan Indonesia low budget high impact, bagaimana caranya promosi dengan bujet terbatas tapi dengan impact yang tinggi," paparnya.  

Kemudian, dia melanjutkan dari sisi sertifikasi, karena wisatawan muslim akan melihat dari label apakah sudah tersertifikasi halal atau belum.

"Sertifikasi halal untuk makanan ataupun dari sertifikasi lain seperti sertifikasi dalam layanan misalnya hotel benar-benar menyediakan hotel yang sesuai syariah, dimana fasilitas untuk ibadah itu tersedia, ada tanda kiblat sehingga bisa nyaman tinggal di hotel itu," jelasnya.  

Adapun tantangan lainnya yaitu aksesibilitas, terkait dengan infrastruktur di Indonesia masih sangat lemah terutama dilihat dari  penghubung antara satu destinasi dengan destinasi lainnya. Dia menambahkan untuk mendatangkan wisatawan ke Indonesia juga memerlukan bandara yang representatif.

"Itu tantangannya untuk pariwisata pada umumnya dan untuk pariwisata halal khususnya di samping  yang sifatnya umum masih dibutuhkan fasilitas khusus untuk muslim sehingga mereka bisa melakukan perjalanan secara nyaman dengan masih menjalankan kewajibannya sebagai muslim," katanya.

Dia menekankan pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri atau parsial, dia mencontohkan sebagaimana pun cantiknya Kota bandung jika tidak ada kerja sama dengan pemerintah pusat juga akan susah karena terkait dengan pembangunan infrastruktur, kebijakan pemerintah terkait dokumen.

"Kita tidak bisa hanya selling dream tetapi juga harus dibarengi dengan jaminan itu tadi, political will harus ada, tidak bisa sendiri-sendiri harus bersama-sama antara provider penyedia layanan pariwisata, pemerintah dan kaum akademisi yang memang melakukan kajian tentang pariwisata sehingga kita akan lebih mengetahui apa yang dibutuhkan wisatawan ketika melakukan perjalalan wisata," jelasnya.  

Menurutnya Bandung bisa saja menjadi Lombok tetapi tentunya ada perbedaan dari apa yang akan dikembangkan. Dimana jika di Lombok memiliki keistimewaan dari alamnya, di Bandung tentunya akan berbeda lagi dari sisi jenis wisata yang bisa dilakukan Muslim Traveler.

"Misalnya Bandung punya keistimewaan apa, saat ini yang Bandung punya adalah shopping tourism dan culinary, itu bisa dikemas sedemikian rupa, sekarang kunjungan Bandung juga tinggi, bagaimana memelihara itu ditambah dengan fasilitas yang nyaman untuk muslim traveler," ujarnya.

Sementara itu Perwakilan Bank bjb Syariah Arif Budiraharja mengungkapkan perbankan syariah memiliki peran untuk mempersiapkan dan mendukung pengembangan Pariwisata Syariah melalui fungsi-fungsi yang melekat pada Perbankan Syariah.

"Fungsi-fungsi perbankan syariah untuk pariwisata syariah yaitu pengelolaan Keuangan dan Transaksi
untuk uang elektronik, valas dan lainnya, jasa lalulintas keuangan, kerjasama atau kemitraan pengembangan usaha, dan pengembangan kompetensi sumber daya insani atau SDI yang mendukung industri wisata halal," pungkasnya. (k5)

Apps Bisnis.com available on:    
Ayo cek artikel "Writing Contest: Hemat Energi Secara Total" berhadiah hampir Rp100 juta yang lolos seleksi tahap awal di sini! Share artikel favorit Anda dan vote sebanyak-banyaknya!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!