Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 20 Juli 2018

Kenapa Rendemen Tebu Di Jabar Rendah?

Maman Abdurahman Minggu, 09/10/2016 10:54 WIB
Kenapa Rendemen Tebu di Jabar Rendah?
(bisnis/jabar)

Bisnis.com, CIREBON—Direktur Utama PT. PG Rajawali II, Agus Siswanto menyatakan rendahnya rendemen tebu di Jawa Barat pada musim giling 2016 sebagian besar disebabkan oleh faktor iklim karena adanya fenomena La Nina atau kemarau basah.

Sering turunnya hujan saat musim kemarau membuat proses pembentukan gula dalam tebu kurang yang biasa terjadi saat musim kemarau menjadi kurang maksimal karena guyuran hujan sehingga rendemen yang dihasilkan batang tebu semakin berkurang.

“Karena sering hujan saat kemarau harusnya yang ada dalam batang tebu adalah gula malah air jadinya,” kata Agus kepada bisnis.com belum lama ini.

Agus mengungkapkan masalah iklim dirasakan paling sulit diatasi berbeda dengan permasalahan lain dalam perkebunan tebu seperti masalah akses permodalan atau lainnya.

“Ketika akses pinjaman modal petani dari KKPE dihapus, kami masih bisa upayakan dana PKBL, jika iklim tak menentu, kami hanya bisa pasrah,” ujarnya.

Sekedar informasi, awal tahun 2016 lalu petani tebu rakyat di Jabar sempat mengeluh karena penghapusan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) Tebu Rakyat akhir 2015 lalu, kemudian PG Rajawali II mengambil terobosan dengan menyediakan kredit dengan bunga ringan yang berasal dari dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) perusahaan BUMN. (k3)