Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Di Konferensi Geopark UNESCO, 'Wonderful Geopark Of Indonesia' Dipromosikan

Yanto Rachmat Iskandar Rabu, 28/09/2016 13:11 WIB
Di Konferensi Geopark UNESCO, 'Wonderful Geopark of Indonesia' Dipromosikan
Geopark Ciletuh Sukabumi (Istimewa)

Bisnis.com, Torquay, INGGRIS--Delegasi Indonesia mengusung tema Wonderful Geopark of Indonesia di Konferensi Internasional UNESCO Global Geopark Network (GGN) yang dibuka secara resmi oleh Gordon Oliver, Wali Kota Terpilih Torbay, kawasan English Riviera, pada 27 September siang waktu setempat.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 800 delegasi dari 50 negara, dibuka dengan penampilan spektakuler opera yang menceritakan tentang bumi dan berjudul “the rock connect us”melibatkan 190 pemain dari warga masyarakat di wilayah Torbay yaitu Torquay, Paignton dan Brixham.

Delegasi Indonesia sendiri mengisi sesi sampai dengan sore hari secara maraton, dengan rangkaian presentasi tentang perkembangan Geopark Indonesia. Tim Bio Farma dipercaya memberikan sharing tentang peran sektor bisnis dalam pengembangan geopark Ciletuh palabuhan ratu Jawa Barat.

Pada Konferensi ini, hadir Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, bersama Dana Budiman, ASDA 2 Sukabumi yang mempresentasikan tentang sinergi lintas stakeholder untuk pengelolaan geosite di Ciletuh.

Dia menyampaikan pertemuan ini untuk mempersiapkan  Geopark Ciletuh yang saat ini sedang dilakukan pengembangan agar bisa memenuhi target mendapat pengakuan UNESCO pada 2017 nanti.

"Ini merupakan persiapan, kami akan melakukan evaluasi, juga informasi terbaru terkait akses kebijakan UNESCO untuk selanjutnya akan akan laporkan kepada Gubernur Jabar,” katanya melalui siaran pers hari ini.

Selain itu, katanya, kampanya Geopark Ciletuh sekaligus mengangkat pentingnya pemberdayaan masyarakat setempat sekitar geopark, agar dapat merasakan nilai lebih dari geopark.

Menurutnya, beberapa paparan dari presentasi geopark negara lain seperti China, Korea, Jepang dan beberapa negara Eropa mengenai konsep pengembangan geopark, dapat membantu untuk diadaptasi di 8 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Wonderful Geopark Indonesia, dapat terlaksana dibawah koordinasi Kemenko Kemaritiman, Kementerian ESDM dan Kementerian Pariwisata melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Utara, Universitas Padjadjaran, Badan Geologi Nasional serta PT Bio Farma.

Safri Burhanuddin, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya, mengatakan kegiatan merupakan upaya untuk membantu target peningkatan jumlah wisatawan ke Indonesia dan menambah jumlah destinasi wisata Indonesia.

"Diperlukan koordinasi dari lintas kementerian untuk mensinergikan beberapa aspek, untuk itulah kami bersinergi dengan kementerian pariwisata, nantinya untuk percepatan geopark di Indonesia memerlukan koordinasi juga dengan kementerian perhubungan, ESDM, terkait infrastruktur dan persiapan lainnya," disela-sela persiapan peninjauan pihak UNESCO ke Geofair Booth Wonderful Geopark Indonesia.

Burhanuddin menambahkan keikutsertaan sektor Bisnis seperti Bio Farma dalam pengembangan Geopark ini merupakan keberhasilan, penerapan program harus berkelanjutan atau sustainable development, sehingga tercipta link and match dan penguatan dan pemberdayaan masyarakat di beberapa lokasi geopark perlu dukungan dari sektor bisnis perusahaan atau BUMN.

Bio Farma sebagai BUMN yang hadir mempresentasikan peran industri sebagai role model atau percontohan industri dalam pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, paparan presentasi oleh R. Herry dan Zaki Zakaria dari Tim CSR Bio Farma disambut oleh apresiasi dari pihak UNESCO, yang memberikan tanggapan seusai presentasi Bio Farma.

"Ini bisa dijadikan role model untuk pengembangan geopark di negara lain, dan sesuatu yang unik, Industri bisa masuk dalam pengembangan geopark dan dapat ditunjukkan dengan bukti bukti yang baik sebelum dan sesudah pengembangan."

R. Herry, Kepala Divisi CSR, PKBL dan EHS Bio Farma mengatakan sejumlah kegiatan penting program pengembangan masyarakat telah  dilakukan oleh Bio Farma pada 2013-2015 di kawasan Geopark Ciletuh.

Kegiatan itu antara lain edukasi dan sosialisasi konsep Geopark kepada masyarakat setempat, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, program pipanisasi air bersih bagi masyarakat, memberikan pelatihan dan pembinaan untuk panduan homestay dan wisata lokal.

Selain itu, pengembangan dan promosi batik ramah lingkungan Batik Pakidulan didalam negeri serta persiapan untuk pasar ekspor yang turut dibawa dalam geofair di Inggris, pelestarian tanaman endemik, mangrove dan terumbu karang, serta memfasilitasi akses terhadap layanan kesehatan dan obat-obatan.

 

Apps Bisnis.com available on: