Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 20 November 2017

AKN Kajen Pekalongan Cetak 79 Tenaga Profesional Untuk Kemajuan Daerah

Novianti Selasa, 27/09/2016 13:58 WIB
AKN Kajen Pekalongan Cetak 79 Tenaga Profesional Untuk Kemajuan Daerah
Direktur Polban Rachmad Imbang Tritjahjono bersama Bupati Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun

Bisnis.com, BANDUNG – Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen Kabupaten Pekalongan yang berada dalam bimbingan Politeknik Negeri Bandung (Polban) melantik 79 wisudawan yang merupakan lulusan angkatan pertamanya dalam acara Wisuda Program Diploma dan Magister Terapan Politeknik Negeri Bandung Tahun Akademik 2015/2016 di Kampus Polban, Bandung pada Sabtu (24/9/2016).

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan di AKN Kajen sendiri dilakukan melalui skema Program Studi di luar Domisili (PDD) Polban dengan tiga bidang studi pilihan, yaitu Teknik Informatika, Teknik Kimia dan Teknik Mesin.

Direktur Polban Rachmad Imbang Tritjahjono mengatakan Kabupaten Pekalongan memiliki potensi luar biasa sehingga Polban tidak setengah-setengah dalam mempersiapkan dan menerapkan penjaminan mutu di AKN Kajen.

“Kalau di Polban disiplin keras, maka di AKN Kajen pun disiplin keras juga,” ujar Rachmad.

Rachmad mengatakan untuk mencetak tenaga profesional Indonesia, dalam hal ini khususnya di AKN Kajen memerlukan persiapan yang sangat matang. Menurutnya persiapan tersebut meliputi tenaga pengajar, memberikan pelatihan, memberikan metodologi, bimbingan untuk melakukan penelitian.

“Para tenaga profesional ini juga harus bisa mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Rachmad menambahkan untuk mencetak lulusan terbaik tidak bisa hanya mengandalkan ijazah saja. Menurutnya lulusan terbaik harus memiliki sertifikat kompentensi, seperti TOEIC yang sudah diakui internasional serta disiplin dan terampil.

“Tenaga terampil itu bukan terampil tangan begitu saja, tapi juga harus terampil berpikir, terampil mengambil keputusan dan bisa meng-engineering hasil-hasil riset menjadi sebuah produk,” ujarnya

Rachmad berharap tenaga profesional Indonesia ini tidak hanya diakui di Indonesia saja, tapi juga diakui di internasional.

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Bupati Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi dan Hindun selaku Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan.

Bupati Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan sebagai daerah penghasil batik, Pekalongan memerlukan tenaga-tenaga profesional untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Kami harus mengubah mindset. Pekalongan bukan daerah penghasil TKI, namun penghasil TPI atau Tenaga Profesional Indonesia,” ujar Asip Kholbihi.

Asip berharap nantinya lulusan Teknik Kimia, Teknik Mesin dan Teknik Informatika AKN Kajen ini dapat berkontribusi untuk kemajuan Pekalongan.

“Diharapkan para lulusan ini dapat bersinergi dengan baik untuk mengembangkan industri batik dan industri strategis lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun mengatakan untuk bisa mencetak tenaga-tenaga profesional Indonesia lebih banyak. Pemerintah Kabupaten Pekalongan beserta Bupati akan terus melakuan pembaruan dan pengembangan terkait lembaga-lembaga pendidikan di daerah setempat. Adapun pengembangan ini dibuktikan dengan adanya penambahan satu kampus baru seluas 2 hektar di daerah Kabupaten Pekalongan.

“Kami berharap AKN Kajen dan Polban terus bekerjasama untuk pendidikan yang lebih berkualitas,” ujar Hindun. (k10/k5)

Apps Bisnis.com available on: