Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 24 Oktober 2017

Tambang Kapur Cipatat Ditutup, 10.000 Orang Menganggur

Hedi Ardia Kamis, 18/08/2016 20:30 WIB
Tambang Kapur Cipatat Ditutup, 10.000 Orang Menganggur

Bisnis.com, NGAMPRAH - Angka pengangguran di Kab Bandung Barat dipastikan bertambah seiring dengan ditutupnya lokasi penambangan kapur di Kecamatan Cipatat. Setidaknya, 10.000 pekerja telah kehilangan mata pencahariannya.

Lokasi penambangan Cipatat dilakukan oleh Markas Besar Polri sejak sebulan terakhir. Hal itu dilakukan karena habisnya Izin Usaha Pertambangan serta tidak laiknya kendaraan pengangkut batu kapur. Sementara lokasi penambangan yang ditutup berada di empat desa, yaitu Desa Citatah, Gunungmasigit, Cirawamekar, dan Cipatat.

Camat Cipatat Muhamad Yudi menjelaskan, penutupan lokasi penambangan telah dilakukan oleh aparat kepolisian sejak 12 Juli 2016 dan masih berlaku hingga saat ini.

"Garis polisi masih terpasang di lokasi penambangan. Tidak ada aktivitas penambangan sampai hari ini," kata Yudi kepada wartawan, Kamis (18/8/2016).

Setidaknya ada 41 perusahaan, terdiri atas 33 perusahaan di Desa Citatah, 2 perusahaan di Desa Gunungmasigit, 5 di Cirawamekar, dan 1 di Cipatat yang terkena dampaknya. Sementara total pekerja dari sejumlah lokasi penambangam tersebut diperkirakan mencapai 10.000 orang.

Menurut Yudi, sejumlah perusahaan tersebut sama sekali tidak ilegal. Sebab, mereka memiliki Izin Usaha Pertambangan. Namun, izin tersebut sudah habis masa berlakunya.

Sejauh ini pengusaha tersebut sudah mengajukan perpanjangan izin kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tapi, sampai sekarang izin tak kunjung keluar.

"Sejumlah perusahaan ini sudah memiliki resi perpanjangan izin dari Pemprov Jabar. Jadi, tidak ada yang ilegal. Semua perusahaan ini sudah berizin," kata Yudi.

Dengan kondisi itu, dia menyayangkan penutupan lokasi pertambangan. Sebab hal itu menyebabkan puluhan ribu tenaga kerja kehilangan pekerjaan.

"Bagaimana mereka bisa menghidupi keluarganya jika tidak bekerja. Para pekerja setiap harinya mendapatkan upah Rp75.000-100.000," katanya.

Apps Bisnis.com available on: