Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 19 Agustus 2018

BBPOM Bandung Gerebek Produsen Minyak Goreng Bekas Di Sumedang

Adi Ginanjar Maulana Jum'at, 12/08/2016 13:53 WIB
BBPOM Bandung Gerebek Produsen Minyak Goreng Bekas di Sumedang
Ilustrasi
Antara

Bisnis.com, BANDUNG--BBPOM Bandung menggerebek penyalur minyak bekas di Kabupaten Sumedang, Jumat (12/8/2016) dini hari.

Kepala BBPOM Bandung Abdul Rahim mengatakan penggerebekan tersebut dilakukan atas aduan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas pengoplosan minyak bekas.

"Ya kami mendapatkan pengaduan masyarakat bahwa mereka melihat suatu kegiatan menjual minyak bekas yang tidak layak digunakan. Kemudian kami bersama Ditreskrimsus semalam ke TKP bahwa benar ada pabrik. Kami mengamankan 25 jeriken dan 25 ember berisi minyak bekas," ujarnya di Kantor BBPOM Bandung, Jumat (12/8/2016).

Menurutnya, minyak goreng maksimal hanya dipergunakan sebanyak tiga kali. Sementara di pabrik tersebut sudah di atas tiga kali yang diolah lagi.

"Jadi minyak ini minyak yang sudah digunakan. Kan minyak itu hanya boleh tiga kali dipakai, tapi dikumpulkan dan dibeli pengepul. Kemudian disaring dan dijual lagi sama yang bersangkutan," katanya.

Dia menjelaskan, diduga masyarakat tidak mengetahui apabila yang dilakukan pabrik tersebut merupakan minyak goreng bekas.

"Perlu pendalaman lagi apakah pembeli tahu atau tidak, tapi kita lihat di tempatnya yang bersangkutan memang tidak higienis sanitasinya dan tidak layak untuk produksi makanan," ujarnya.

Menurut pengakuan pelaku, harga minyak yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga normal yakni Rp100.000/jeriken, atau 50% dari harga biasa.

"Mereka mengedarkannya ke sekitar Tanjung Sari. Ada pelanggannya, dan ada penjual pabrik tahu dan gorengan-gorengan," ujarnya.

Pengedaran minyak goreng bekas ini dilakukan sejak 2007 lalu. Hingga saat ini pihaknya terus mencari bukti sebab dikhawatirkan sudah beredar banyak ke pasaran.

"Kalau semalam kami gerebek ada 1 pemilik dan 3 karyawan. Melanggar UU Pangan dan UU Konsumen," ujarnya.