Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 15 Desember 2017

Begini Strategi Polban Tingkatkan Jumlah Riset Terapan

Agne Yasa Kamis, 28/07/2016 17:59 WIB
Begini Strategi Polban Tingkatkan Jumlah Riset Terapan
Direktur Politeknik Negeri Bandung Rachmad Imbang Tritjahjono (kanan) bersama Direktur Riset dan Pengabdian kepada masyarakat Kemenristek Dikti Prof. Ocky Karna Radjasa (tengah) dan Peneliti sekaligus Ass. Profesor Bidang Molecular Biology STIH ITB Fenny Martha Dwivany (kiri) dalam acara IRWNS ke-7, di Kampus Polban pada Kamis 928/7/2016)
Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG - Politeknik Negeri Bandung (Polban) menerapkan berbagai strategi untuk mendorong para penelitinya melaksanakan penelitian melalui berbagai kebijakan dan insentif.

Direktur Politeknik Negeri Bandung Rachmad Imbang Tritjahjono mengatakan pada tahun 2016 ini, Polban juga sudah mewajibkan seluruh dosen harus melakukan penelitian.

"Polban menyediakan stimulan atau biaya meskipun belum banyak tapi sekecil apapun itu, pasti ada hasilnya. Kami juga memiliki keyakinan mahasiswa dan para peneliti Polban mampu dan sudah sangat terbiasa untuk melakukan engineering penelitian dasar menuju ke arah suatu produk yang lebih real," ujarnya.

Menurutnya dari sisi pemerintah juga sudah menyadari pentingnya dunia penelitian terapan sehingga tidak membedakan riset yang ada di universitas maupun politeknik.

"Pemerintah juga sudah sangat bijak bahwa penelitian itu ujungnya harus ke arah produk, dan produk harus bisa memberikan penguatan ekonomi dan itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Bandung Ediana Sutjiredjeki mengatakan kegiatan penelitian di Polban sendiri sudah sangat beragam, mulai dari tahun 2009-2010, Polban sudah mendapatkan penelitian unggulan strategis nasional.

"Dari beberapa penelian yang dilakukan sekarang ada sekitar 7-8 sedang dalam proses untuk mendapatkan paten. Selain itu, Polban juga membantu usaha-usaha kecil di Tasikmalaya. Di samping itu, ada juga penelitian yang bekerja sama dengan industri Pertamina, dan Pemda," ujar Ediana.

Ediana menambahkan khusus untuk riset manajemen, yang terkait dengan peningkatan kapasitas. Polban memiliki penelitian khusus fokus di riset manajemen dan capacity building.

"Selain itu, riset yang dilakukan tidak selalu yang sifatnya teknologi tapi juga di bidang lain, seperti kesehatan dan pariwisata," ujarnya.

Ediana mengatakan sejak 4 tahun lalu, Polban membuat program peningkatan kapasitas dengan memberikan insentif atau stimulan, seperti bantuan seminar luar negeri, insentif publikasi jurnal internasional, insentif jurnal nasional terakreditasi, publikasi, termasuk penulisan buku beradasarkan hasil penelitian.

"Kurang lebih ada 7-8 insentif yang Polban berikan sebagai institusi untuk mendorong para peneliti Polban agar bisa lebih aktif. Jumlah publikasi Polban juga mengalami peningkatan. Jadi memang ada strategi-strategi yang dijalankan setiap tahun oleh Polban," ujarnya.

Ediana mengungkapkan pada tahun 2011-2016, riset Polban fokus pada topik utama infrastruktur dan turunannya termasuk telekomunikasi, teknik informatika, juga energi.

Adapun dari Kemenristekdikti menyampaikan ada 3 yang unggulan yaitu Ketahanan Pangan, Energi dan Kemaritiman. Ediana mengatakan Polban akan mencoba masuk dalam bidang tersebut.

"Kelihatannya, Polban akan naik dulu ke energi tapi maritim untuk infrastruktur juga bisa, bidang lain akan dicoba karena teknik kimia juga bisa mendukung pangan," ujarnya.

Ediana mengungkapkan dalam waktu dekat rencananya Polban juga akan membuat roadmap penelitian Polban yang dibangun roadmap penelitian jurusan pada Agustus mendatang.

"Selain itu, rencananya tahun ini, Polban juga sedang membangun sistem informasi termasuk untuk mengakomodasi hasil penelitian yang layak untuk komersialisasi," ujarnya. (k5)

Apps Bisnis.com available on: